Calon Bupati Malang, Sanusi dari Paslon nomor urut 1 SanDi (pegang mickrofon) saat menjelaskan mekanisme pelayanan kesehatan secara gratis bagi masyarakat miskin (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)
Calon Bupati Malang, Sanusi dari Paslon nomor urut 1 SanDi (pegang mickrofon) saat menjelaskan mekanisme pelayanan kesehatan secara gratis bagi masyarakat miskin (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)

MALANGTIMES - Bidang kesehatan menjadi salah satu sektor yang bakal diprioritaskan oleh paslon (Pasangan Calon) nomor urut 1, SanDi (Sanusi-Didik Gatot Subroto). Hal itu disampaikan langsung oleh Calon Bupati Malang Sanusi, dari paslon SanDi saat aktif menggelar kampanye sejak 26 September 2020.

Kepada media Online ini, Sanusi mengaku jika salah satu program yang dijanjikan di sektor kesehatan adalah pelayanan terhadap masyarakat kurang mampu. Menurutnya, jika ada warga yang kedapatan tidak mampu, maka biaya pengobatan apabila ada warga miskin yang jatuh sakit, akan ditanggung oleh Pemkab (Pemerintah Kabupaten) Malang. ”Di sektor kesehatan, bagi warga yang tidak mampu akan kita biayai,” ungkap Sanusi.

WARGA-MISKIN-SAKIT-SANDI-BEBASKAN-BIAYA-PENGOBATANe39e17ffb5fb5035.png

Baca Juga : Satu Bulan Kampanye, Jalan Rusak Jadi Keluhan, Ini Solusi Paslon SanDi

 

Gagasan jaminan kesehatan bagi masyarakat tidak mampu tersebut, menurut Sanusi sudah dia rintis sejak sebelum dirinya mengambil cuti sebagai Bupati Malang, lantaran kembali mencalonkan diri di Pilkada Kabupaten Malang.

Di mana, pada awal tahun 2020 lalu, Pemkab Malang melalui instruksi Sanusi, me-Launching PSC atau Public Safety Center. ”Kalau ada (masyarakat, red) yang sakit, tinggal hubungi 119. Nanti akan langsung dijemput oleh ambulans,” ucap Sanusi.

Sekedar diketahui, sampai saat ini tidak kurang dari 30-an armada ambulans yang sudah disiagakan untuk layanan PSC tersebut. Puluhan armada ambulans itu, tersebar di seluruh kecamatan di Kabupaten Malang. Yakni mulai dari Puskesmas hingga Rumah Sakit yang ada di Kabupaten Malang.

Ada banyaknya jumlah ambulans itulah, yang diklaim Sanusi bisa memudahkan pelayanan kesehatan, khususnya bagi masyarakat kurang mampu maupun yang sedang dalam kondisi kritis.

”Kalau ada yang sakit atau ada yang membutuhkan pelayanan kesehatan darurat, tinggal hubungi nomor 119. Nanti ambulans terdekat akan langsung menjemput pasiennya,” jelas Sanusi.

Setelah dijemput oleh ambulans, lanjut Sanusi, pasien akan langsung dibawa ke puskesmas maupun rumah sakit terdekat. Mekanismenya, jika dibawa ke puskesmas namun tidak tertangani maksimal lantaran penyakitnya kronis atau parah. Maka akan segera dirujuk ke rumah sakit di Kabupaten Malang, yang notabene memiliki fasilitas kesehatan yang lebih lengkap.

Baca Juga : SBY Beri Pesan Soal UU Cipta Kerja, Kader Demokrat Diminta Terus Berjuang

 

Ketika pasien menjalani perawatan di puskesmas maupun rumah sakit yang Standby selama 24 jam itulah, yang nantinya akan dijadikan patokan klasifikasi pasien tersebut tergolong masyarakat mampu atau dari kalangan tidak mampu.

Jika berkas dan persyaratan pendukung dari rumah sakit sudah diperoleh dan menunjukkan jika si pasien memang warga kurang mampu, maka pihak puskesmas maupun rumah sakit akan berkoordinasi dengan Pemkab Malang, untuk menjamin pengobatan gratis bagi warga kurang mampu tersebut.

”Kalau terkait biaya pelayanan kesehatan nanti akan kita sesuaikan. Bagi masyarakat tidak mampu akan digratiskan, ini sudah komitmen kami (Paslon SanDi) di bidang pelayanan kesehatan,” ujar Sanusi.