Calon Bupati Malang, HM. Sanusi saat ditemui awak media di Kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang, Minggu (25/10/2020). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes) 
Calon Bupati Malang, HM. Sanusi saat ditemui awak media di Kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang, Minggu (25/10/2020). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes) 

MALANGTIMES - Pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Malang nomor urut satu, Sanusi-Didik Gatot Subroto (SanDi) telah mempersiapkan program dan wadah bagi masyarakat Kabupaten Malang. Salah satunya melalui ekonomi milenial kreatif. 

Calon Bupati Malang HM. Sanusi, mengatakan, bahwa wadah tersebut bertujuan, utamanya bagi para masyarakat milenial Kabupaten Malang yang saat ini sedang kesulitan mendapatkan pekerjaan. 

Baca Juga : Maksimalkan Potensi Wisata, Paslon LaDub Usung Program Paket Wisata Edukatif

 

"Maka saya siapkan nanti ada ekonomi milenial kreatif Kabupaten Malang. Nanti berupa edukasi, berupa publikasi dan program-program pemasaran serta program-program produksi," ungkapnya ketika ditemui awak media di Kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang, Minggu (25/10/2020). 

Sanusi menambahkan, bahwa nantinya, dalam wadah sekaligus program ekonomi milenial kreatif tersebut juga akan melibatkan peran serta perguruan tinggi yang ada di Malang. "Nanti kita kolaborasikan dengan perguruan tinggi antara lain dari Brawijaya, Unisma, untuk mengajukan diklat wirausaha," terangnya. 

Pria asli Gondanglegi ini juga menjelaskan, bahwa diadakannya ekonomi milenial kreatif merupakan sebuah jawaban utamanya untuk masyarakat milenial yang mengeluh terkait ketersediaan lowongan pekerjaan. 

"Milenial dalam artian anak muda. Itu lebih menghendaki agar mereka bisa bekerja mendapatkan lowongan pekerjaan dan bisa berkreasi mengembangkan bakatnya," tuturnya. 

Politisi PDI Perjuangan ini menyebutkan, bahwa gagasan tersebut merupakan salah satu hal yang konkrit demi memberikan ilmu-ilmu serta peluang usaha pada masyarakat milenial agar dapat menggali potensi yang ada pada dirinya. 

Keluhan-keluhan dari para milenial tersebut didapatkan juga pada saat kampanye door to door ke masyarakat yang dilakukan oleh paslon SanDi. Maka dari itu, untuk saat ini, disampaikan Sanusi, bahwa kampanye yang efektif adalah kampanye tatap muka tetapi tetap memerhatikan protokol kesehatan Covid-19. 

Baca Juga : Malang Makmur, Paslon SanDi Siap Beri Insentif Rp 3 Juta untuk Ketua RT- RW

 

"Kampanye tatap muka secara langsung ini juga efektif karena bisa ngomong ke rakyat kecil," sebutnya. 

Selain untuk menyerap aspirasi secara langsung dari masyarakat, kampanye tatap muka sendiri, disampaikan oleh Sanusi, dapat memberikan kemudahan mengapa harus memilih paslon SanDi. "Ini yang bisa langsung menyerap aspirasi masyarakat untuk apa milih Bupati ke depan itu mereka sampaikan," ucapnya. 

Sanusi juga mengungkapkan, bahwa masyarakat yang langsung menyalurkan keluh kesahnya kepadanya pada saat kampanye merupakan orang yang idealis. 

"Orang-orang yang semacam ini adalah orang yang idealis. Milih pimpinan itu bukan karena apa-apa, tidak karena uang, tidak karena souvenir, tapi memang murni mereka ingin berkembang," pungkasnya.