Calon Bupati Malang, Lathifah Shohib saat ditemui awak media pada acara Peringatan Hari Santri Nasional 2020 di Pondok Pesantren Sabilurrosyad, Kota Malang, Kamis (22/10/2020). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes) 
Calon Bupati Malang, Lathifah Shohib saat ditemui awak media pada acara Peringatan Hari Santri Nasional 2020 di Pondok Pesantren Sabilurrosyad, Kota Malang, Kamis (22/10/2020). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes) 

MALANGTIMES - Dalam rangka upaya mengembangkan potensi wisata, khususnya wisata yang alami di Kabupaten Malang, pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Malang nomor urut dua Lathifah Shohib-Didik Budi Muljono (LaDub) mengusung program paket wisata edukatif.

Hal tersebut merupakan salah satu turunan dari program unggulan paslon LaDub yang bertajuk meningkatkan penyerapan tenaga kerja dengan menciptakan sentra-sentra ekonomi kreatif berbasis potensi desa, seni budaya dan pariwisata.

Baca Juga : Malang Makmur, Paslon SanDi Siap Beri Insentif Rp 3 Juta untuk Ketua RT- RW

Disampaikan oleh Calon Bupati Malang, Lathifah Shohib bahwa paket wisata edukatif ini nantinya akan dibuat paket wisata untuk sekolah-sekolah mengunjungi tempat wisata edukasi di Kabupaten Malang dengan menggunakan sistem bergilir jadwal serta pemberian harga khusus. 

Hal itu didorong juga dengan adanya potensi-potensi wisata yang ada di Kabupaten Malang. 

"Kabupaten Malang ini potensi wisata alamnya sangat luar biasa dan menurut pengamatan saya, masih belum di optimalisasi secara maksimal," ungkapnya ketika ditemui awak media pada momentum Peringatan Hari Santri Nasional. 

Perempuan yang sebelumnya menjabat sebagai anggota DPR (Dewan Perwakilan Rakyat) RI dua periode di Komisi X ini juga mengatakan, bahwa saat masih menjabat sebagai anggota DPR-RI, dirinya telah melakukan kegiatan bersama Kementerian Pariwisata dan Badan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI.

Karena memang pada salah satu tupoksinya, Komisi X DPR RI bermitra dengan Kemenparekraf RI untuk melakukan peninjauan terhadap potensi-potensi wisata, khususnya di Kabupaten Malang.

"Kami sudah melakukan beberapa giat dengan Kementerian Pariwisata di Pantai Nganteb, di Balekambang, di Goa Cina dan di beberapa pantai yang lain untuk melihat secara langsung pengembangan potensi pariwisata yang ada di Kabupaten Malang," jelasnya. 

Perempuan yang sebelum menjadi politisi terlebih dahulu menjadi seorang guru menuturkan, salah satu dampak positif dengan adanya paket wisata edukatif yakni akan memberikan tambahan PAD (Pendapatan Asli Daerah) pada sektor pariwisata.

"Saya berharap bisa menambah PAD Kabupaten Malang yang pada akhirnya bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kita punya tambahan PAD dari sektor-sektor wisata," terangnya.

Baca Juga : Kunjungi Karoseri di Dampit, Paslon SanDi Bakal Berikan Ini kepada Pengusaha di Malang

Selain menambah PAD Kabupaten Malang dari sektor pariwisata, dampak positif lainnya adalah memberikan pengetahuan lebih dengan konsep yang pengajaran berbeda kepada para murid dan sekolah yang menggunakan paket wisata edukatif.

Sementara itu, untuk memaksimalkan potensi-potensi wisata yang belum tereksplorasi dan terkelola dengan baik, Lathifah yang merupakan cucu dari salah satu pendiri Nahdlatul Ulama (NU) KH. Bisri Syansuri menuturkan bahwa akan menggunakan APBD (Anggaran Pendapatan Belanja Daerah).

"Ya yang belum tereksplorasi dengan baik  ya kita bantu dengan APBD untuk fasilitas, mungkin untuk akses jalan," tuturnya.

Khusus pada akses jalan, Bu Nyai -sapaan akrab Lathifah- mengatakan bahwa terdapat beberapa ruas jalan menuju destinasi wisata yang masih belum bagus. Pihaknya pun jika diamanahi memimpin Kabupaten Malang lima tahun ke depan akan melakukan komunikasi dan koordinasi yang baik.

"Kalau jalan nasional kita koordinasi dengan pemerintah pusat. Kalau provinsi, kita koordinasi dengan pemerintah provinsi. Kalau menjadi kewenangannya pemerintah kabupaten ya harus kita maksimalkan anggaran dari kabupaten," pungkasnya.