Paslon Bupati dan Wakil Bupati Malang, Sanusi-Didik Gatot Subroto (berbaju merah) sedang berfoto bersama anggota DPR-RI, Krisdayanti, Minggu (25/10/2020). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes) 
Paslon Bupati dan Wakil Bupati Malang, Sanusi-Didik Gatot Subroto (berbaju merah) sedang berfoto bersama anggota DPR-RI, Krisdayanti, Minggu (25/10/2020). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes) 

MALANGTIMES - Menjelang debat perdana pada tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Malang 2020 yang mengusung tema kesejahteraan rakyat, pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Malang nomor urut satu, Sanusi-Didik Gatot Subroto (SanDi) akan beberkan upaya pengembangan ekonomi. 

Hal itu disampaikan oleh Calon Bupati Malang HM. Sanusi, yang mengatakan, bahwa terkait kesejahteraan rakyat pastinya akan memanfaatkan seluruh potensi yang ada untuk pengembangan roda perekonomian masyarakat. 

Baca Juga : Maksimalkan Potensi Wisata, Paslon LaDub Usung Program Paket Wisata Edukatif

"Untuk kesejahteraan rakyat, akan mengarah pada program pengembangan ekonomi. Antara lain pertanian, peternakan, perikanan, pariwisata dan industri. Semua yang berhubungan dengan peningkatan ekonomi itu yang kita kembangkan," ungkapnya ketika ditemui awak media di Kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang, Minggu (25/10/2020). 

Sanusi juga menambahkan, bahwa terkait kesejahteraan rakyat jelas berhubungan erat dengan ketersediaan lapangan pekerjaan. Terkait hal itu, Sanusi akan membuat program peluang investor untuk menanamkan investasinya di Kabupaten Malang. 

"Penyediaan lahan pekerjaan, itu kita rayakan nanti dengan investor yang akan masuk ke Kabupaten Malang," ujarnya. 

Pria asli Gondanglegi ini pun juga menjelaskan, bahwa hingga sampai saat ini telah terdapat investor yang sudah proses menanamkan investasinya di Kabupaten Malang. Seperti contoh investor yang membangun hotel bintang lima di Kepanjen dan pembangunan pabrik di Bululawang. 

Disampaikan Sanusi, bahwa investor yang lain masih menunggu jika dirinya terpilih kembali menjadi Bupati Malang bersama Didik Gatot Subroto. Ketika disinggung salah satu investor yang masih menunggu hasil Pilkada Kabupaten Malang, Sanusi memberikan contoh Sun City. 

"Teman-teman saya yang jadi pemodal itu bilangnya begitu (menunggu Sanusi menang, red). Salah satu contohnya itu Sun City, yang mengelola di Surabaya itu. Mall terus cinema sama perhotelan. Dia dua kali sudah melihat-melihat lokasi yang akan mereka gunakan," jelasnya. 

Sementara itu, Calon Wakil Bupati Malang Didik Gatot Subroto, mengatakan, bahwa untuk persiapan debat perdana yang mengusung tema kesejahteraan rakyat, pihaknya telah mempunyai gagasan dan konsep untuk melawan paslon lainnya. 

Selain itu Didik menuturkan, bahwa antara dirinya dengan Sanusi telah memiliki pengalaman dan jam terbang dalam dunia eksekutif dan legislatif yang mumpuni dalam pembuatan kebijakan yang dibutuhkan masyarakat Kabupaten Malang. 

Baca Juga : Malang Makmur, Paslon SanDi Siap Beri Insentif Rp 3 Juta untuk Ketua RT- RW

"Kami paham betul masalah yang ada di bawah (masyarakat Kabupaten Malang, red). Kami berangkat dari desa lalu ke pimpinan legislatif. Untuk konsepnya itu masih kami rahasiakan," terangnya. 

Konsep ini pun dikatakan Didik masih disimpan rapi dan belum saatnya untuk dibeberkan. Konsep tersebut akan dibeberkan ketika tahapan debat perdana berlangsung. Agar menjadi sebuah kejutan bagi paslon lain maupun masyarakat Kabupaten Malang. 

"Karena hanya kami yang tahu penganggaran di Kabupaten Malang. Jadi program kami realistis dan tidak hanya berupa janji-janji untuk menyejahterakan rakyat," pungkasnya. 

Sebagai informasi, bahwa pelaksanaan debat perdana yang diselenggarakan oleh KPU (Komisi Pemilihan Umum) Kabupaten Malang akan dilaksanakan pada tanggal 30 Oktober 2020 di Gedung DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) secara streaming. Baik melalui media sosial KPU, serta menggunakan siaran live dari media tv dan radio. 

Untuk orang yang berada di dalam ruangan debat pun sangat dibatasi. Hanya ada paslon, lima komisioner KPU Kabupaten Malang, dan dua komisioner Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu) Kabupaten Malang.