Presiden Joko Widodo (Foto: Kompas.com)
Presiden Joko Widodo (Foto: Kompas.com)

MALANGTIMES - Nama Presiden Joko Widodo (Jokowi) rupanya sangat dihargai dan dihormati oleh pemerintah Abu Dhabi. Pasalnya, setelah dijadikan nama jalan, kini Jokowi disebut dijadikan nama sebuah masjid di sana.

Masjid Presiden Joko Widodo atau Masjid Jokowi itu rencananya akan didirikan di Embassies Area, dekat Jalan Presiden Jokowi. Hal itu diungkapkan oleh Duta Besar Indonesia untuk UEA, Husin Bagis dalam video pada Jumat (23/10/2020).  

Baca Juga : Otentik, Inilah Rumah, Musala, dan Sumur yang Tak Kering dari Era Rasulullah SAW hingga Kini

Dalam video itu, Husin menjelaskan jika di lokasi sudah terdapat bangunan masjid lama. Namun, masjid tersebut akan dirobohkan untuk kemudian diganti Masjid Jokowi.  

“Masjid ini berjarak sekitar 1 kilometer dari lokasi gedung baru KBRI (Kedutaan Besar Republik Indonesia) Abu Dhabi,” ujar Husin.

Husin lantas memperkirakan jika masjid tersebut nantinya akan selesai dibangun pada bulan Ramadhan 1443H/2022. Husin pun mengaku bangga saat Jokowi mendapat penghormatan dari pemerintah Uni Emirat Arab (UEA).

“Kita semua bersyukur dan bangga, atas pengakuan dan bentuk penghormatan Pemerintah Uni Emirat Arab kepada Presiden Joko Widodo dan rakyat Indonesia,” tuturnya.

Terlebih lokasi masjid tersebut berada di tengah Embassies Area atau kawasan yang ditempati sejumlah kantor perwakilan diplomatik asing—termasuk gedung KBRI di Abu Dhabi.

“Apresiasi yang tinggi saya sampaikan kepada pemimpin Uni Emirat Arab, khususnya Yang Mulia Syekh Muhammad bin Zayed al-Nahyan,” ucapnya.

Sebelumnya, UEA baru saja meresmikan Jalan Presiden Joko Widodo pada Senin (19/10/2020).  

Foto: Screenshoot

Seremoni peresmian "Jalan Presiden Joko Widodo" (President Joko Widodo Streat) dilakukan oleh Sheikh Khalid bin Mohammed bin Zayed Al Nahyan, anggota sekaligus chairman Abu Dhabi Executive Office.

Baca Juga : Peringati Hari Santri, Sidang Paripurna DPRD Kota Malang Diwarnai Sarung dan Peci

Selain itu, turut hadir Duta Besar RI untuk UEA Husin Bagis dan Koordinator Fungsi Pensosbud KBRI Abu Dhabi Nur Ibrahim serta sejumlah pejabat setempat dari Kementerian Luar Negeri UEA dan Abu Dhabi Municipality.  Kendati demikian dibuatnya jalan Presiden Joko Widodo ini sempat menimbulkan isu tukar lahan antara pemerintah UEA dan Indonesia.  

Terkait isu tersebut KBRI langsung memberikan klarifikasi.  

Sebelumnya disebutkan disebuah tautan yang dinarasikan satu ruas Jalan Jokowi di Abu Dhabi ditukar dengan 256 ribu hektare di Kalimantan Timur. Terlebih, Putra Mahkota Uni Emirat Arab Mohammed bin Zayed ditunjuk menjadi ketua dewan pengarah ibu kota baru di Kaltim.

KBRI Abu Dhabi lantas menjelaskan jika isu tersebut tidak benar. Peresmian Jalan Jokowi disebutkan merupakan pengakuan pemerintah UEA terhadap Jokowi dalam hubungan bilateral kedua negara.

"Singkat saja: opini tersebut tidak berdasar dan menyesatkan. Peresmian nama jalan dan masjid Presiden Joko Widodo di Abu Dhabi murni refleksi pengakuan pemerintah UEA terhadap peran Presiden Joko Widodo dalam memajukan hubungan bilateral RI-UEA selama ini. Mohon untuk tidak ikut menyebar hoaks," tulis Twitter KBRI Abu Dhabi. Dubes RI untuk Uni Emirat Arab Husin Bagi.

Lebih lanjut KBRI lantas mengimbau masyarakat tidak menyebarkan hoax.