Suasana sidang paripurna di Gedung DPRD Kota Malang saat seluruh peserta kenakan pakaian khas santri untuk peringati Hari Santri Nasional (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).
Suasana sidang paripurna di Gedung DPRD Kota Malang saat seluruh peserta kenakan pakaian khas santri untuk peringati Hari Santri Nasional (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).

MALANGTIMES - Hari Santri kembali diperingati pada hari ini, Kamis (22/10/2020). Berbagai instansi dan lembaga di Kota Malang pun tak mau ketinggalan untuk ikut serta dalam euforia peringatan salah satu hari nasional tersebut. Salah satunya seperti yang terlihat dalam agenda sidang Paripurna di Gedung DPRD Kota Malang.

Berbeda dengan hari-hari biasanya, seluruh peserta sidang yang merupakan anggota DPRD Kota Malang dan perangkat daerah serta stakeholder terkait di Kota Malang itu mengenakan sarung hingga kopiah khas santri. Mayoritas mengenakan baju bernuansa putih.

Baca Juga : Turut Pulihkan Ekonomi, DPRD Kota Malang Beri Ruang Pelaku UMKM Lakukan Pameran Gratis

Saat membuka sidang, Ketua DPRD Kota Malang, I Made Riandiana Kartika pun menyampaikan selamat Hari Santri kepada seluruh peserta paripurna dan santri di manapun berada. Dalam kesempatan itu pula, Made secara khusus meminta kepada Wakil Ketua 1 DPRD Kota Malang, Abdurrahman untuk memimpin sidang tersebut.

"Karena ini hari santri, maka sidang kali ini juga akan dipimpin oleh santri," kata politisi PDI Perjuangan tersebut yang kemudian menyerahkan palu sidang kepada Wakil Ketua 1 DPRD Kota Malang, Abdurrahman. Penyerahan palu sidang tersebut pun disambut meriah dengan tepuk tangan seluruh peserta sidang.

Usai menerima palu sidang, Abdurrahman langsung memimpin sidang paripurna dengan agenda Penyampaian Laporan Hasil Kerja Pansus Pembahasan Ranperda Tentang Jasa Usaha, Ranperda Tentang Perubahan atas Perda Nomor 3 Tahun 2015 Tentang Retribusi Jasa Umum.

"Kita semua patut bersyukur, karena hari ini kita hadir dengan tampilan berbeda. Yang laki-laki ganteng-ganteng semua, dan yang perempuan cantik-cantik," terangnya.

Sidang pun berlangsung tertib dengan masing-masing juru bicara yang menyampaikan hasil pembahasan yang dilakukan panitia khusus.

Laporan pertama disampaikan Wakil Ketua Pansus Ranperda Tentang Jasa Usaha, Jose Rizal Joesoef. Dalam laporannya, Jose menjelaskan jika pembahasan mengenai Ranperda tersebut telah dilakukan dengan melibatkan langsung stakeholder terkait.

Namun proses pembahasan dinilai pansus masih membutuhkan waktu tambahan. Sehingga, Jose mewakili tim pansus meminta ada penambahan waktu pembahasan dalam sidang paripurna tersebut.

"Karena memang ada beberapa hal yang perlu disinkronkan dengan stakeholder terkait dan masyarakat," katanya.

Hal senada juga disampaikan Ketua Ranperda Tentang Perubahan atas Perda Nomor 3 Tahun 2015 Tentang Retribusi Jasa Umum, Edy Widjanarko yang menyampaikan jika berdasarkan hasil pembahasan antara pansus dan tim pembahasan Pemkot, maka dapat dilaporkan bahwa draft akhir laporan belum dapat disepakati bersama. Karena perlu koordinasi lebih lanjut berkaitan dengan pembahasan bersama perangkat daerah terkait dan masyarakat.

Dengan memperhatikan hasil di atas, menurutnya pansus menyatakan bahwa pembahasan ranperda secara materi belum dapat dilanjutkan dalam tahapan selanjutnya. Karena menunggu koordinasi PD terkait retribusi pasar dan sampah.

Baca Juga : Di Masjid Peninggalan Rasulullah Ini, Batu Bisa Selembut Bantal

"Maka dalam forum ini menyampaikan permohonan kepada pimpinan untuk tambah waktu pembahasan," terangnya.

Sidang pun kemudian ditutup dengan kesepakatan untuk dilanjutkan dengan forum pembahasan penetapan jadwal baru.

Sementara itu, ditemui usai Sidang Paripurna, Ketua DPRD Kota Malang I Made Riandiana Kartika menjelaskan jika sidang paripurna kali ini memang istimewa. Karena memang bertepatan dengan Hari Santri. Meski sebelumnya tidak direncanakan, namun seluruh peserta paripurna pun mengenakan pakaian khas santri.

"Kami mengambil tema Hari Santri di luar perencanaan karena memang paripurna pas dengan Hari Santri," jelasn Made.

Made menjelaskan, santri memiliki peranan besar dalam sejarah Indonesia. Sehingga dia berharap, keberadaan santri akan selalu mengiringi perjuangan Indonesia menjadi bangsa yang lebih baik lagi. Tentunya dengan bekal keahlian, ilmu pengetahuan, serta ketaatan dan ketakwaan kepada Allah SWT.

"Terlebih Malang merupakan tempat kelahiran dari Hari Santri Nasional," terangnya lagi.

Made menerangkan jika ia sangat bersyukur karena menjadi salah satu saksi sejarah atas kelahiran Hari Santri Nasional. Pasalnya, ketika itu Made turut mendampingi Ahmad Basarah yang juga mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat melakukan kampanye dan mendatangi Pondok Pesantren Babussalam, Pagelaran, Kabupaten Malang dan bertemu dengan Gus Thoriq.