Kepala Puskesmas Janti Endang Listyowati SKepNs MMKes. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).
Kepala Puskesmas Janti Endang Listyowati SKepNs MMKes. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).

MALANGTIMES - Meski lonjakan penambahan kasus pasien covid-19 di Kota Malang sudah melandai, bukan berarti sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat terhenti.

Hal inilah yang terus menjadi perhatian utama bagi Puskesmas Janti untuk selalu memberikan edukasi kepada masyarakat. Salah satu sasarannya yakni wilayah pondok pesantren yang notabene dihuni banyak orang.

Baca Juga : Superstar, Cara Puskesmas Arjowinangun Pantau Pertumbuhan Balita Terbebas dari Stunting

"Kami mengampu empat pondok pesantren di wilayah kerja Puskesmas Janti. Di Kelurahan Bandungrejosari ada dua, di Sukun ada satu, dan Tanjungrejo satu. Kami bergiliran secara rutin memberikan penyuluhan ke masing-masing pondok pesantren, khususnya saat pandemi seperti ini," ujar Kepala Puskesmas Janti Endang Listyowati SKepNs MMKes.

Metode sosialisasi yang disampaikan di antaranya terkait pembinaan pola hidup sehat dan tangguh menghadapi covid-19 di lingkungan ponpes. "Termasuk penyuluhan memakai masker, protokol kesehatannya, cuci tangan yang benar dan jaga jarak. Itu sudah kami sosialisasikan," imbuhnya.

Langkah ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi agar tidak terjadi munculnya klaster bari di lingkungan pesantren seperti di beberapa daerah di Jawa Timur. Di samping memberikan edukasi, cara ini juga untuk menghilangkan stigma negatif bagi pasien covid-19 yang kerap muncul di masyarakat.

Baca Juga : RS Darurat Lapangan Covid-19 di Kota Malang Siap Dioperasikan Akhir Oktober Ini

"Kami juga membantu untuk menghilangkan stigma negatif terhadap pasien positif covid-19 dengan sosialisasi ini. Jadi, jangan sampai mereka (pasien) dikucilkan di masyarakat," tandasnya.