Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko (baju putih bertopi koboy) saat berswafoto bersama warga di salah satu spot foto di Kampung Topeng, Kota Malang. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).
Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko (baju putih bertopi koboy) saat berswafoto bersama warga di salah satu spot foto di Kampung Topeng, Kota Malang. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).

MALANGTIMES - Geliat perekonomian di sektor pariwisata terus digencarkan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang. Diantaranya dengan memanfaatkan area perkampungan menjadi destinasi wisata yang menarik.

Seperti Kampung Topeng yang berada di kawasan Jl Tlogowaru RT 04 RW 07, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang. Dari pintu masuk saja, masyarakat disambut berbagai topeng di masing-masing rumah warga perkampungan.

Baca Juga : Dukung Sektor Wisata, Bus DAMRI Buka Trayek Malang-Balekambang-Sendangbiru, Tiket hanya Rp 50 Ribu

 

Hingga memasuki area wisata, akan banyak ditemui topeng-topeng khas Malangan mulai dari yang besar, hingga pernak-pernik model kecil yang digantung di beberapa spot.

Wakil Walikota Malang Sofyan Edi Jarwoko, menyampaikan, berdirinya Kampung Topeng sebagai destinasi wisata ini memiliki nilai historis tersendiri bagi warga setempat. Dengan beragam sarana prasarana yang dikelola oleh warga setempat, hal ini sebagai salah satu ajang untuk mempromosikan area wisata tematik terutama di era new normal atau adaptasi tatanan kehidupan baru di tengah pandemi Covid-19.

"Betul (ajang promosi di era new normal). Jadi warga sini ini adalah historisnya seperti yang kita ketahui adalah anak jalanan, pengemis jalanan dan sebagainya. Sudah ditempatkan di satu area oleh pemerintah dan jadilah Kampung Topeng di Desaku Menanti," ujarnya saat menghadiri menghadiri Festival Kamulyan di Destinasi Kampung Topeng, Sabtu (24/10/2020).

Ia menyebut, upaya masyarakat dengan mengadakan berbagai acara seperti festival, seyogianya juga bisa menjadi nilai tambah untuk semakin dikenal oleh masyarakat luas.

Di samping itu, konsep dari Kampung Topeng ini dibuat dengan penambahan sarana prasarana lainnya. Seperti, area taman dengan nuansa yang asri, area bermain anak, dan spot-spot foto menarik dengan latar topeng Malangan.

Cara inilah yang dinilai akan mampu lebih banyak menggaet wisatawan untuk berkunjung di perkampungan destinasi wisata Kampung Topeng. Termasuk, untuk kegiatan studi banding atau pun hanya sekedar menikmati suasana perkampungan yang rindang.

"Kita mempunyai konsep supaya kampung ini juga ramai. Maka dibangun sarana prasarana mainan, tamannya diatur supaya indah, penghijauannya diatur, dan ada event-event yang diciptakan supaya jadi ramai. Termasuk banyak kegiatan-kegiatan sosial untuk mendatangkan masyarakat datang ke sini, apakah itu terkait dengan studi dan sebagainya," imbuhnya.

Dengan begitu, dikatakannya akan mampu menggaet wisatawan hingga ke luar daerah. Karena, siapapun yang datang setidaknya akan menginformasikan di lingkungannya terkait destinasi wisata di wilayah Kota Malang yang cocok untuk bersantai, dengan khas nuansa pedesaan.

Baca Juga : Sapi Lebihi Jumlah Warga, Wisata Edukasi Susu Sapi Perah Di-launching di Brau

 

"Kegiatan ini juga dalam rangka itu, satu sisi ada kegiatan-kegiatan yang bersifat sosial. Sisi lain, warga yang hadir ini akan bercerita ke lingkungannya masing-masing bahwa ada satu tempat destinasi untuk santai, relax, suasananya pedesaan dan nampak sekali penghijauannya," terang pria yang akrab disapa Bung Edi ini.

Lebih jauh, ke depan hadirnya destinasi wisata di area perkampungan ini akan mampu meningkatkan pertumbuhan perekonomian bagi warga setempat. Sehingga, mereka akan banyak mengelola area wisatanya dan tidak lagi kembali di area jalanan.

"Supaya apa, warga yang ada di sini memulai hidupnya dengan baru. Yaitu warga yang tempat tinggalnya menjadi destinasi, jadi nggak kembali ke jalan lagi. Ini upaya-upaya yang dilakukan oleh pemerintah, supaya program ini betul-betul mampu mengangkat (perekonomian) daripada masyarakat yang ada di sini," tandasnya.