Petugas saat melakukan pengaspalan di Dusun Brau, Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji. (Foto: Dokumen JatimTIMES)
Petugas saat melakukan pengaspalan di Dusun Brau, Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji. (Foto: Dokumen JatimTIMES)

MALANGTIMES - Bagi wisatawan yang ingin berwisata menuju beberapa kawasan wisata di Paralayang, Goa Pandawa, Goa Pinus, dan Wisata Edukasi Susu Sapi Perah Dusun Brau, bisa melewati akses jalur Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji untuk menghindari kemacetan di jalur utama.

Sebab, saat ini Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Batu sedang melakukan pengaspalan jalan di sana. Proyek ini diprediksi akan selesai pada akhir bulan Oktober.

Baca Juga : Cegah Kehamilan tidak Diinginkan, Dinsos-P3AP2KB Pemkot Malang Gelar Penguatan Pelaksana KB

“Kalau tidak ada kendala, insya Allah akan selesai pada akhir bulan Oktober ini,” ungkap Kepala DPUPR Kota Batu Alfi Nur Hidayat. Ia menambahkan, untuk pengaspalan itu menelan anggaran sebesar Rp 200 juta.

Pengaspalan jalur sepanjang dua kilometer itu dilakukan secara bertahap. Anggaran tersebut dari Perubahan Alokasi Keuangan tahun 2020. Dan sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMD).

“Yang sebelumnya anggaran tersebut untuk Covid-19, setelah dikembalikan pada PAK salah satu prioritasnya pengaspalan di Jalur Paralayang-Brau,” imbuhnya.

Perbaikan jalan akses tersebut, sekaligus untuk memperkenalkan dusun wisata edukasi susu sapi yang telah di-launching. Menurutnya, proyek ini merupakan komitmen Pemkot Baru untuk memastikan keamanan dan kenyamanan pengguna jalan.

Baca Juga : HPP Kota Batu Tolak Relokasi dan DED, Dewanti: Kita Berikan yang Terbaik untuk Revitalisasi

“Ada beberapa jalan tembus selain Paralayang-Brau yang akan dilebarkan jalannya pada tahun 2021 mendatang,” tambah pria yang juga Ketua Asosiasi Virtual Game Indonesia (AVGI) Kota Batu.

Beberapa jalan yang akan digarap tahun mendatang yakni, jalan tembus Sisir-Pandanrejo, pelebaran Jalan Ir. Soekarno milik provinsi, pembangunan jalan tembus Pendem-Dadaprejo, jalan tembus Toyomerto-Abdul Gani Atas, dan perubahan status jalan kota menjadi jalan provinsi di Giripurno-Pandanrejo.