Ilustrasi (Istimewa).
Ilustrasi (Istimewa).

MALANGTIMES - Islam mengajarkan umatnya untuk saling berbagi dan bersedekah. Allah pun berjanji akan melipatgandakan sedekah yang diberikan setiap muslim. Terutama sedekah yang diberikan atas dasar keyakinan dan kesabaran bagi sesama.

Kebenaran akan janji Allah SWT itu mungkin sudah dirasakan sebagian besar muslim di dunia. Salah satunya adalah kisah Ali bin Abi Thalib, sahabat sekaligus menantu Rasulullah SAW yang memiliki kedudukan sangat tinggi dalam Islam. Ali merupakan muslim yang mencintai Allah SWT dan Rasulullah SAW serta mendapatkan balasan atas cinta itu.

Baca Juga : Kaya Raya dan Dermawan, Ini Sosok yang Turut Biayai Pernikahan Rasulullah SAW

Kisah keutamaan bersedekah itu dialami Ali ketika ia ingin membeli makanan untuk keluarganya. Kisah bermula ketika Ali pulang ke rumahnya dan bertanya kepada Fatimah apakah ada makanan.

Fatimah menjawab tidak ada. Kemudian Ali kembali bertanya apakah mereka memiliki uang, Fatimah pun menjawab, “Ada, dua Dirham.”

Ali pun meminta uang tersebut untuk bisa dibelanjakan makanan untuk kedua putra mereka, Hasan dan Husain. Ringkas cerita, Ali ke pasar untuk membeli makanan. 

Lalu di tengah jalan, Ali bertemu seorang fakir miskin yang memanggil Ali. Fakir miskin itu berkata, “Wahai ayahnya Hasan, demi Allah aku belum makan selama tiga hari.”

Ali pun berfikir, dan diserahkan dua dirham miliknya ke fakir miskin tersebut. Lalu Ali kembali pulang dengan tanpa membawa makanan ataupun uang dua dirham tersebut. 

Fatimah bertanya di mana makanan yang tadinya akan dibeli dengan dua dirham tersebut. Ali pun menceritakan kisah yang dialaminya, dan Fatimah menangis. Karena di sisi lain, kedua puteranya juga belum makan.

Ali meminta Fatimah bersabar dan Ali keluar menuju rumah Rasulullah SAW. Saat di tengah jalan, Ali bertemu penduduk asli Madinah yang tengah membawa unta. Lalu orang itu berkata, “Hai ayahnya Hasan, saya punya unta bagus, apakah engkau mau membelinya?”

Ali menjawab jika ia mau membelinya, tetapi Ali sedang tidak memiliki uang. Sang pemilik unta menyampaikan jika Ali bisa membeli untanya, dan membayarnya nanti. 

Baca Juga : Meninggal Saat Hamil Akibat Siksaan Orang Kafir, Muslimah Ini Syahid

Ali pun bertanya berapa harga unta tersebut dan sang pemilik unta menjualnya separo harga pasaran unta saat itu, yaitu 20 dirham. Maka Ali dan pemilik unta itu sepakat untuk membeli seharga 20 dirham dan akan dibayar ketika ada uang.

Ali pun kemudian kembali melanjutkan perjalanan ke rumah Rasulullah SAW. Namun baru beberapa langkah, Ali kembali bertemu dengan orang Anshar lainnya. Orang tersebut ingin membeli unta yang dibawa oleh Ali. 

Maka Ali pun mengatakan jika untanya dijual seharga 40 dirham, harga pasaran unta ketika itu. Sang pembeli pun menyerahkan uangnya tanpa menawar sama sekali.

Ali mengambil uang tersebut, dan mengejar pemilik unta pertama serta membayarkan utangnya tersebut sebesar 20 dirham. Maka dengan itu, Ali bisa membelikan makanan untuk keluarganya selama satu bulan.

Ali meyakini jika Allah SWT tidak akan membuat hambanya yang bersedekah merasakan kelaparan. Ketika ia bersedekah 2 dirham, dia pun mendapatkan gantinya 10 kali lipat.

"Ini merupakan pelajaran luar biasa yang harus diambil dari Ali bin Abi Thalib," terang Ustadz Khalid.