Ilustrasi (Istimewa).
Ilustrasi (Istimewa).

MALANGTIMES - Rasulullah SAW memiliki banyak sahabat yang sangat luar biasa dan memiliki kedudukan yang sangat istimewa. Salah satu di antaranya adalah Amru bin Jamuh. 

Seorang yang sangat kaya raya dan dermawan serta senang membantu sesama. Bahkan, dalam berbagai kisah disebutkan, Amru turut membiayai pernikahan Rasulullah SAW.

Baca Juga : Meninggal Saat Hamil Akibat Siksaan Orang Kafir, Muslimah Ini Syahid

Ustadz Khalid Basalamah dalam sebuah kajian menyampaikan, Amru bin Jamuh merupakan salah satu sahabat Rasulullah SAW yang mulia dan memiliki sifat yang sangat loyal. Bahkan saat zaman jahiliah dan Islam belum dikenalkan, Amru merupakan tokoh yang paling sering menyumbangkan makanan sesajen untuk menyembah berhala.  

Saking dermawannya dia, Amru bin Jamuh selalu menghidangkan berbagai jenis makanan di depan patung-patung berhala. Karena keyakinan orang jahiliyah saat itu, ketika memberikan makanan atau persembahan kepada berhala, maka setiap doa mereka akan dikabulkan.

Lantaran tradisi dan kepercayaan itu, Amru senantiasa menyumbangkan sesajen di setiap patung berhala. Dia berharap, masyarakat miskin yang tak bisa membeli sesembahan tetap bisa membuat permintaan di depan patung berhala yang saat itu mereka sebut sebagai Tuhan.

Sebelum memeluk Islam, Amru sangat meyakini berhalanya sangat benar. Bahkan ia menolak ajakan anak-anaknya yang terlebih dulu memeluk Islam. Hingga suatu ketika, anak-anaknya membuang berhala yang diletakkan di kamar Amru ke tempat kotoran.

Saat pagi hari, Amru hendak menyembah berhalanya, dan dia mengetahui jika berhala miliknya tidak ada. Dia pun mencari berhalanya tersebut dan menemukannya berada di tempat kotoran. Maka dibersihkan berhalanya tersebut dengan wewangian. Setelah bersih, berhala dikembalikan di tempatnya dan digantungkan dilehernya sebuah pedang.

Amru berkata, “Tuhan, jika ada yang mengganggumu lagi, lawanlah.”

Ketika Amru telah tertidur, anak-anaknya pun kembali melempar berhala tersebut ke kotoran yang sama. Kemudian mengganti pedang dengan bangkai anjing yang mati.

Keesokan paginya, Amru kembali mendapati berhalanya hilang dan berada di tempat pembuangan kotoran yang sama. Lalu dia berkata, “Sungguh, jika engkau memang Tuhan engkau pasti bisa membela dirimu.”

Baca Juga : Berhijrah karena Allah SWT, Begini Tuntunan untuk Taubat yang Sesungguhnya

Maka semenjak itu, Amru datang bersyahadat kepada Rasulullah SAW. Dia pun menjadi muslim yang sangat baik dan sangat suka bersedekah serta membantu orang. Bahkan dia juga turut membiayai pernikahan Rasulullah SAW.

Amru meninggal secara syahid di Perang Uhud bersama iparnya. Meskipun dia memiliki keterbatasan fisik, yaitu kaki kanan yang pincang, Amru tetap meminta izin kepada Rasulullah SAW untuk ikut berperang. 

Sebelum perang dimulai, Amru berdoa untuk mati secara syahid. Doanya pun terkabul. Berbagai riwayat menyebutkan jika doa Amru selalu diijabah oleh Allah SWT.