Kapolsek Bululawang, Kompol Pujiyono (kanan) saat memimpin olah TKP di lokasi penemuan jasad balita di saluran dam air (Foto : Istimewa)
Kapolsek Bululawang, Kompol Pujiyono (kanan) saat memimpin olah TKP di lokasi penemuan jasad balita di saluran dam air (Foto : Istimewa)

MALANGTIMES - Sampai dengan hari ini (Jumat 23/10/2020), jajaran kepolisian Polsek Bululawang masih terus memburu keterangan dari beberapa saksi. Upaya tersebut dilakukan guna menguak identitas balita yang jasadnya ditemukan di aliran air yang terletak di Dusun Sidodadi, Desa Wandanpuro, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang, Kamis (22/10/2020).

Kapolsek Bululawang, Kompol Pujiyono menjelaskan, sejauh ini sedikitnya sudah ada 3 orang saksi yang dimintai keterangan oleh polisi. ”Sementara ini masih berstatus Mr X, kami masih berupaya untuk memastikan identitas balita yang ditemukan kemarin (Kamis 22/10/2020),” ungkap Pujiyono saat dikonfirmasi, Jumat (22/10/2020) petang.

Baca Juga : Menyentuh, Polisi dan Massa Aksi Demo Membaur Salat Jumat Bersama di Jalan Raya

 

Dari keterangan ketiga orang saksi tersebut, polisi berhasil mengungkap runtutan kronologi penemuan jasad balita, yang sempat diduga merupakan jenazah dari Bagus Setia Ramadhan, balita asal Kecamatan Bululawang yang sempat dikabarkan hilang secara misterius pada Kamis (15/10/2020).

Kepada polisi, salah satu saksi yang bernama Susianto warga Dusun Sidodadi, Desa Wandanpuro, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang ini mengaku jika dirinya merupakan saksi pertama yang menemukan jasad balita tersebut.

Menurut pria 51 tahun tersebut, saat pertama kali ditemukan, jasad balita yang belum diketahui identitasnya ini ditemukan tersangkut di dam air sungai yang ada di Dusun Sidodadi, Desa Wandanpuro, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang, pada Kamis (22/10/2020) pagi.

”Saat itu saksi hendak mencuci kaki dan tangan sehabis menanam bunga. Namun ketika akan beranjak untuk mencari kayu, saksi mengetahui ada jenazah balita yang mengapung di saluran dam air,” ucap Kapolsek Bululawang.

Mengetahui kejadian tersebut, saksi bergegas  mengabarkan kejadian tersebut kepada warga dan perangkat desa setempat, sebelum akhirnya dilaporkan ke pihak kepolisian.

Mendapat laporan tersebut, petugas gabungan dari Polsek Bululawang, Tim Inafis Polres Malang, PMI (Palang Merah Indonesia) Kabupaten Malang, SAR, dan jajaran Muspika dikerahkan ke lokasi kejadian.

”Sesaat setelah mendapat laporan, kami langsung mengevakuasi jasad balita tersebut untuk dibawa ke RSSA (Rumah Sakit Saiful Anwar, Kota Malang). Sampai saat ini kasusnya masih dalam tahap penyelidikan. Anggota masih mendalami hasil olah TKP (Tempat Kejadian Perkara) guna mengungkap dugaan penyebab kematian balita tersebut,” ucap Kapolsek Bululawang.

Baca Juga : Keluarga Sempat Menyangkal, Polisi Lakukan Identifikasi Jasad Balita di Bululawang

 

Seperti yang sudah diberitakan, peristiwa penemuan jasad balita tersebut diketahui pertama kali pada Kamis (22/10/2020) sekitar pukul 11.00 WIB. Dari hasil olah TKP yang dilakukan kepolisian, jenazah balita yang ditemukan pertama kali dalam kondisi telungkup dan tersangkut di rumput saluran air itu, terlihat mengenakan celana pendek warna kuning, dan kaos singlet.

Semula polisi sempat menduga jika jasad balita tersebut, merupakan jenazah Bagus Setia Ramadhan, balita 17 bulan yang sekitar sepekan lalu dikabarkan hilang secara misterius. Namun dugaan itu sempat dibantah pihak keluarga, yang beranggapan jika balita yang ditemukan warga tersebut bukanlah Bagus.

”Dari hasil penyidikan sementara ini, diduga kuat jasad balita yang ditemukan warga itu meninggal sekitar 7 hari lalu,” ucap Kapolsek Bululawang.

Dugaan itu, lanjut Pujiyono, diperkuat dengan hasil autopsi sementara yang menunjukkan adanya luka yang dipenuhi (maaf) belatung di bagian kepala balita tersebut. ”Petugas medis menemukan adanya luka di bagian kepala, sementara ini diperkirakan jika luka lebam pada jasad balita tersebut lantaran proses pembusukan setelah meninggal sekitar 7 hari sebelum ditemukan,” pungkasnya.