Jenazah diduga Bagus, balita yang dikabarkan hilang secara misterius saat tiba di RSSA Kota Malang guna dilakukan identifikasi (Foto : PMI Kabupaten Malang for MalangTIMES)
Jenazah diduga Bagus, balita yang dikabarkan hilang secara misterius saat tiba di RSSA Kota Malang guna dilakukan identifikasi (Foto : PMI Kabupaten Malang for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Hingga Kamis (22/10/2020) jajaran kepolisian Polsek Bululawang yang menangani kasus penemuan balita di saluran irigasi yang terletak di belakang perumahan Pinang Garden, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang, masih belum bisa memastikan keterkaitannya dengan korban hilang beberapa waktu lalu.  Apakah jasad yang ditemukan itu, merupakan balita 17 bulan yang sempat dikabarkan hilang secara misterius pada Kamis (15/10/2020) lalu atau yang lainnya.

Pernyataan itu disampaikan Kapolsek Bululawang Kompol Pujiyono, saat dikonfirmasi Kamis (22/10/2020). 

Baca Juga : Video Diduga Polisi Nyamar Jadi Massa Demo dan Kenakan Almamater, Polri Beri Bantahan

”Kami masih belum berani memastikan (apakah itu jasad balita yang hilang misterius, red). Saat ini petugas masih melakukan identifikasi di RSSA (Rumah Sakit Saiful Anwar, Kota Malang),” ucap Pujiyono.

Belum bisa dipastikannya jasad yang ditemukan di TKP itu adalah jenazah Bagus Setia Ramadhan, balita asal Kecamatan Bululawang, yang dikabarkan hilang misterius tersebut. Lantaran dari pengakuan pihak keluarga korban, pakaian yang dikenakan jenazah balita yang ditemukan hari ini (Kamis, 22/10/2020) tidak sesuai dengan pakaian yang dikenakan Bagus sesaat sebelum dinyatakan hilang.

”Belum berani memastikan, soalnya keluarganya ngomong bajunya bukan itu. Oleh karena itu, kalau keluarga tidak meyakinkan bagaimana. Sementara ini dari keterangan keluarga tidak ada (ciri-ciri yang sama dengan Bagus, red). Pada waktu keluar itu, saat hilang itu, katanya tidak mengenakan pakaian itu,” ujar Pujiyono.

Sekedar informasi, jasad balita yang ditemukan di saluran irigasi sepintas terlihat mengenakan celana pendek warna coklat kekuningan dan mengenakan kaos singlet. Pakaian itulah yang sempat diklaim oleh pihak keluarga, jika itu bukanlah pakaian yang dikenakan oleh Bagus, sesaat sebelum dikabarkan hilang secara misterius.

”Tapi langkah yang diambil jelas melakukan otopsi di rumah sakit. Kemudian keluarga korban juga kami koordinasikan terus agar melakukan pengecekan secara detil, terutama pada ciri-ciri bajunya. Maksudnya punya tidak celana, kaos ini (seperti yang dikenakan balita yang ditemukan),” ungkapnya. 

Selain fokus menggali kesaksian dari pihak keluarga, Pujiyono juga masih berkoordinasi dengan bidan untuk mengetahui rekam medis Bagus saat proses kelahiran. Jika masih buntu, maka opsi terakhir yang akan diambil polisi adalah tes DNA. 

”Jalan terakhir ya dilakukan tes DNA kalau memang diperlukan. Tapi yang jelas kami masih melakukan pendalaman,” ungkap perwira polisi dengan pangkat satu melati di bahu ini.

Di sisi lain, dijelaskannya pula, dari hasil penyelidikan sementara, lokasi irigasi penemuan jasad balita tersebut, diduga kuat berasal dari saluran irigasi yang ada di dekat rumah korban.

Baca Juga : Viral, Diduga Perwira Polisi Nyamar Jadi Massa Demo dan Kenakan Almamater

”Sejauh ini tidak ada laporan balita yang hilang lagi, ya masih satu itu (Bagus). Terus aliran sungainya (TKP, red) satu aliran sama dekat rumah korban,” ujarnya.

Dikonfirmasi secara terpisah, Kanit Reskirm Polsek Bululawang Ipda As’ad, mengaku sampai saat ini dirinya masih di RSSA guna melakukan penyelidikan lebih lanjut. 

”Belum ada kepastian (apakah yang ditemukan merupakan jasad Bagus, red), saya masih di Rumah Sakit,” jawabnya singkat.

Seperti yang sudah diberitakan, Bagus Setia Ramadhan dikabarkan hilang secara misterius. Sesaat setelah kejadian, pihak kepolisian, SAR, PMI (Palang Merah Indonesia) Kabupaten Malang, beserta para relawan diterjunkan untuk melakukan pencarian.

Namun, tiga hari setelah menyusuri saluran irigasi yang ada di sekitar rumah korban, personel gabungan yang dikerahkan untuk melakukan pencarian akhirnya memutuskan untuk menghentikan proses pencarian. Alasannya karena kemungkinannya sangat kecil korban bisa hanyut di saluran irigasi, yang mengalir ke gorong-gorong yang berukuran antara 15 hingga 30 sentimeter tersebut.