Di Masjid Peninggalan Rasulullah Ini, Batu Bisa Selembut Bantal

Aug 29, 2020 06:51
Masjid Kuk atau Siku peninggalan Rasulullah.(Foto: YouTube Alman Mulyana)
Masjid Kuk atau Siku peninggalan Rasulullah.(Foto: YouTube Alman Mulyana)

MALANGTIMES - Membahas kisah-kisah Nabi Muhammad SAW memang sangat menarik.  Apalagi, dalam menjalankan syiar Islam-nya, Nabi Muhammad SAW diketahui selalu saja mendapat halangan.  

Salah satunya ketika Nabi Muhammad mendapat perlakuan tak manusiawi saat hendak mensyiarkan Islam ke Kota Thaif.  

Baca Juga : Geger Makhluk Astral Penghuni Jembatan Ngujang 2 Tulungagung, Ini yang Terjadi..

Dilansir melalui tayangan YouTube Alman Mulyana, ditunjukkan lokasi bersejarah tempat Nabi Muhammad dilempari batu oleh orang-orang Thaif.  

Di Thaif, selain Masjid Addas, ada juga Masij Kuk (Kaw'=Siku). Masjid Kuk inilah peninggalan Rasulullah saat syiar Islam di Thaif.

Dilihat dari video tersebut, Masjid Siku sendiri merupakan penanda berupa bangunan kecil sederhana yang terbuat dari susunan batu.  Di dalamnya terdapat ruangan kecil yang bisa digunakan untuk salat beberapa orang.  

Sayangnya, masjid itu rupanya kini tak terawat. Gerbangnya juga dalam kondisi dikunci.  

Di video tersebut juga dijelaskan bahwa tempat itu merupakan tempat Nabi Muhammad SAW menerima mukzizat dari Allah SWT.  

Di atas bangunan Masjid Siku, ada sebuah bukit yang di antaranya terdapat sebuah batu yang pada saat itu digunakan Nabi Muhammad beristirahat.  Saat beristirahat, Rasulullah menyandarkan kepalanya dengan penguat siku tangannya di batu tersebut.  

Siapa sangka, batu tersebut mendadak menjadi lunak layaknya bantal. Sehingga terdapat bekas siku di batu tersebut.  Karena itulah, kemudian diberi tanda dengan didirikannya masjid bernama Kuk atau Siku.  

Kini batu bekas siku Rasul tersebut masih ada di bukit atas masjid dan dilindungi bebatuan kecil.  

Selain itu, mukzizat lain yang diterima Rasulullah adalah Allah SWT mengutus para malaikat menyanggah batu besar yang hendak dilempar orang-orang Thaif ke Rasulullah. Hingga saat ini, batu sanggahan malaikat untuk melindungi Rasulullah pun masih ada di bukit atas Masjid Kuk.

Kala itu, saat menuju Thaif, Rasulullah ditemani Zaid bin Haritsah tanpa menunggangi unta. Berhari-hari berjalan kaki, akhirnya keduanya sampailah di Thaif.  

Baca Juga : Penampilan Jerinx SID Kenakan Peci Bikin Heboh, Warganet: Sudah Mualaf?

Hingga akhirnya saat  hendak menyampaikan ajaran Islam, Rasulullah  justru diusir hingga dilempari batu.   Rasulullah dan Zaid lantas menyelamatkan diri dari lemparan batu tersebut. Namun keadaan kian memprihatinkan saat kaki Rasulullah terluka hingga berlumuran darah.  

Hingga akhirnya, saat beristirahat, Rasulullah diperhatikan oleh dua putra Rabi'ah, 'Utbah dan Syainah.  

Meski tak mengenali Rasulullah, keduanya lantas memanggil Addas, seorang hamba beragama Nasrani yang mengabdi kepada mereka, untuk menolong Rasulullah.  

Addas lantas membawa Rasulullah ke Masjid Addas dan diberinya anggur.  Saat hendak memakan anggur itu, Rasul mengucapkan kalimat bismillah lalu memakannya.  

Addas pun kaget karena tidak pernah mendengar ucapan itu sebelumnya. Karena penasaran, dia bertanya kepada Rasulullah tentang Yunus bin Matta.

Lalu Rasulullah menjawab: “Dia adalah saudaraku, seorang Nabi. Demikian pula dengan diriku.”

Kawaban Nabi Muhammad itu membuat Addas memeluk Islam.

 

Topik
kisah kisah Nabi Muhammad SAW

Berita Lainnya

Berita

Terbaru