Rapat koordinasi panitia persiapan ICONETOS 2020. (Foto: Humas)
Rapat koordinasi panitia persiapan ICONETOS 2020. (Foto: Humas)

MALANGTIMES - Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang di masa pandemi ini terus berupaya melebarkan sayap kajian sains dan Islam. Melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M), UIN Malang kembali akan melaksanakan konferensi Internasional atau The 2nd International Conference on Engineering, Technology, and Social Sciences (ICONETOS) dengan tajuk "Interdisciplinary Synergy in the COVID-19 Era: A Scientific Perspective".

Ketua LP2M UIN Malang Prof Dr Tutik Hamidah MAg menjelaskan bahwa pelaksanaan ICONETOS tahun ini dijadwalkan akan berlangsung 31 Oktober 2020. Peserta yang mendaftar ada 111 peserta dari berbagai negara. Semua paper atau tulisan yang dikirim harus disesuaikan dengan tema yang sudah ditentukan. "Target 200 peserta dan semua paper yang dikirim bisa submit dan terindek di Web of Science (WoS)," katanya.

Baca Juga : Medali KSN Kemendikbud 2020 Diborong Provinsi Jatim dan MAN 2 Kota Malang

Konferensi internasional kali ini berbeda dengan konferensi internasional sebelumnya. Jika sebelumnya mendatangkan berbagai peserta dari berbagai negara, lantaran adanya pandemi, ICONETOS 2020 digelar secara virtual. Sehingga dari segi anggaran akan lebih efisien dan efektif.

"Selain itu, dananya juga bisa digunakan untuk pembinaan bagi pengelola jurnal di lingkungan UIN Malang," imbuhnya.

Dalam rapat koordinasi panitia persiapan acara, Ernaning Setiyowati sebagai perwakilan seksi procceding menekankan lebih pada persiapan yang harus segera dilakukan. Mengingat pelaksanaan acara tersebut semakin dekat, ia berharap masing-masing seksi acara bergerak cepat. Setiap anggota dari masing-masing seksi acara telah menyatakan kesiapannya dan sanggup untuk menyukseskan terlaksananya ICONETOS tahun 2020 ini.

"Ini adalah event yang berlevel internasional, semoga nanti bisa berjalan lancar dan sukses karena secara tidak langsung bisa memberikan manfaat pada instansi pendidikan kita," pungkasnya.