Sistem pelayanan imunisasi di Puskesmas Cisadea (atas), dan layanan konsultasi gizi di Puskesmas Polowijen (bawah). (Foto: source Instagram).
Sistem pelayanan imunisasi di Puskesmas Cisadea (atas), dan layanan konsultasi gizi di Puskesmas Polowijen (bawah). (Foto: source Instagram).

MALANGTIMES - Puskesmas Cisadea memiliki ruangan yang tidak cukup besar untuk menampung pasien dengan jumlah banyak. Karena itu, Puskesmas Cisadea harus pandai-pandai menyiasati tatanan pelayanan di masa pandemi covid-19 ini.

Saat ini, akses pengunjung yang akan masuk ke area puskesmas dibatasi. Dalam sekali pemeriksaan, maksimal yang diperbolehkan menunggu di dalam gedung berjumlah 10 orang.

Baca Juga : Jalur Khusus Pintu Belakang hingga Jembatan Manis

"Puskesmas Cisadea ini kan relatif yang tempatnya paling kecil. Sehingga kami menyiasati itu. Ketika pasien datang, habis cuci tangan, kemudian di loket pendaftaran. Di luar itu nanti menunggu giliran dia dipanggil. Karena ketika di dalam belum selesai pelayanan 5-10 orang, kami belum panggil lagi untuk masuk," jelas Kepala Puskesmas Cisadea Kustiningtyas SKL.

Sembari menunggu, pasien juga terus dijejali edukasi penanggulangan covid-19 oleh petugas kesehatan. Hal ini untuk mengusir kebosanan dan untuk semakin menambah pemahaman kesehatan bagi pengunjung puskesmas.

"Sambil menunggu, kadang juga diberi edukasi dulu. Penyuluhan tentang penggunaan masker, pencegahan penanggulangan covid-19, tentang PHBS (perilaku hidup bersih dan sehat). Itu dalam rangka penanggulangan covid-19 oleh masyarakat," imbuh Kustiningtyas.

Berkaitan dengan layanan imunisasi, di Puskesmas Cisadea pengunjungnya cukup tinggi. Apalagi pandemi  mengharuskan kegiatan posyandu harus ditutup sementara waktu. Sehingga layanan imunisasi hanya berlangsung di puskesmas.

Area imunisasi di Puskesmas Cisadea juga dipisahkan dengan pasien umum, yakni di lantai atas. Bahkan setiap petugas kesehatan yang akan naik ke lantai tersebut wajib menanggalkan APD (alat pelindung diri).

"Jadi, kalau ke lantai 1 itu area tidak steril. Yang lantai 2 khusus area steril. Artinya untuk orang-orang yang sehat. Dan petugas mau naik ke atas baju APD-nya harus dilepas karena  baju APD hanya untuk area yang di bawah," papar Kustiningtyas.

Untuk jadwal pelayanan imunisasi karena posyandu tidak beroperasi, Puskesmas Cisadea membuka dalam satu minggu dua kali pelayanan. Itu pun juga dengan pembatasan. Dalam satu kali jadwal imunisasi, maksimal hanya untuk 20 peserta. "Dulu kami justru satu minggu hanya satu kali pada Rabu karena ada posyandu setiap hari. Nah saat pandemi, posyandu sementara masih off, layanan imunisasi di puskesmas dibuka selama dua hari. Selasa dan Rabu. Sehari maksimal kami batasi 20 saja," terangnya.

Untuk menyiasati jadwal agar tidak overload, peserta diminta untuk daftar secara online melalui grup-grup posyandu atau petugas imunisasi. Cara ini juga untuk meminimalisasi kerumunan sebagai upaya pencegahan penyebaran covid-19.

Selain itu, edukasi kepada para ibu balita dilakukan. Jika selama ini sistem antar anak imunisasi bisa dengan banyak orang, kini dibatasi khusus ibu dan bayi. "Jadi, pasien imunisasi itu sudah daftar sebelum datang. Kami batasi sehari maksimal 20. Tidak kebagian Selasa, bisa masuk  Rabu. Ini memang juga untuk memberi edukasi kepada ibu balita, bagaimana menjalani protokol kesehatan  agar labih safety. Yang ngantar ke atas juga dibatasi, cukup ibunya," tandas Kustiningtyas.

Baca Juga : Calon Pengantin pun Bisa Imunisasi Khusus Kamis

Pelayanan skrining awal pasien juga dilakukan di Puskesmas Polowijen. Cuci tangan, cek suhu, dan pendataan juga dilakukan untuk mengetahui pasien kategori infeksius atau non-infeksius.

Kepala Puskesmas Polowijen Bambang Arief Purwanto menyatakan, perbedaan sistem pelayanan di masa pandemi sejatinya untuk lebih memberikan kenyamanan dan keamanan baik bagi pengunjung, pasien, maupun tenaga kesehatan.

"Untuk kegiatan di puskesmas, tenaga kesehatan harus pakai alat yang lebih lengkap (APD). Kemudian, disinfeksi rutin kami lakukan. Lalu pemisahan antara pasien yang infeksius dengan yang non-infeksius. Prinsipnya menjaga keselamatan pasien dan tenaga kesehatan yang dinas," ujarnya.

Khusus untuk imunisasi, hanya pelayanan di posyandu yang ditiadakan dan semuanya dialihkan ke Puskesmas Polowijen. Tempatnya pun juga terpisah dari pasien umum lainnya.

Pelayanan imunisasi dijalankan lebih cepat, mengingat kondisi untuk imunisasi juga harus sehat dan lingkungannya juga bersih. Hal ini untuk menghindari adanya kontak pasien lain terhadap bayi dan balita yang rentan terpapar virus.

"Imunisasi tetap jalan. Cuma yang tidak kami laksanakan hanya posyandu. Yang di puskesmas masih kami layani. Jadwal imunisasi setiap hari ada, kecuali untuk BCG sama campak, khusus Senin. Prosesnya yang masuk kami batasi, satu per satu. Kalau menunggu, kami siapkan tempat duduk yang terpisah," imbuh Bambang.

Meski buka setiap hari, jam pelayanan mengakses di Puskesmas Polowijen memang dikurangi. Yakni dari pukul 08.00 sampai 11.00 pada masa pandemi covid-19.