Petugas kesehatan saat melayani pengunjung di Puskesmas Ciptomulyo (atas), dan ruang tunggu pengunjung physical distancing di Puskesmas Pandanwangi (bawah). (Foto: Source Instagram).
Petugas kesehatan saat melayani pengunjung di Puskesmas Ciptomulyo (atas), dan ruang tunggu pengunjung physical distancing di Puskesmas Pandanwangi (bawah). (Foto: Source Instagram).

MALANGTIMES - MALANGTIMES - Setiap puskesmas di Kota Malang memiliki gaya dan cara tersendiri untuk menjaga kondisi pasien maupun pengunjung tetap aman dan nyaman di tengah pandemi covid-19. Langkah-langkah ini dilakukan sebagai satu upaya menekan angka penyebaran kasus covid-19 secara masif. Terlebih masih banyak masyarakat yang merasa khawatir tertular covid-19 ketika mengakses layanan di fasilitas kesehatan tingkat pratama (FKTP) ini.

Upaya melindungi itu pula yang dilakukan Puskesmas Ciptomulyo. Puskesmas tersebut kini terbagi menjadi dua poli. Yakni poli untuk pasien umum dan bagi pasien infeksius atau terindikasi gejala penyakit. Bahkan, apabila ditemui ada pasien terindikasi covid-19, Puskesmas Ciptomulyo telah memiliki ruangan khusus beserta petugas kesehatan yang dijamin tak akan bercampur dengan ruangan ataupun pelayanan kesehatan lainnya.

Baca Juga : Dinoyo Maksimalkan Imunisasi Sore, Kendalsari Prioritaskan Layanan Online

"Pasien yang ada keluhan ditaruh di ruangan sebelah. Tempat duduk di luar tidak boleh masuk. Kebetulan, kami juga menemukan pasien covid-19. Itu kami bedakan ruangannya dan insya Allah tidak akan menular ke yang lain," ujar Kepala Puskesmas Ciptomulyo dr Edy Dwitanto. Khusus di ruangan yang menangani pasien terindikasi covid-19, setiap petugas juga memakai APD (alat pelindung diri) level 2. Artinya, telah terstandardisasi lengkap dibandingkan dengan petugas yang menangani pasien umum.

"Minimal APD level 2. Lengkap sekali. Seragam, face shield, masker bedah, masker N95, sarung tangan dan lainnya. Kalau di poli biasa tidak. Ya APD tapi maskernya masker bedah saja," imbuhnya. Sistem pelayanan bagi ruang khusus ini juga berfasilitas lengkap. Mulai ruang administrasi, tempat tidur, kefamarsian, hingga petugas kesehatan berada di satu tempat. "Jadi, tidak keluar. Petugasnya sudah ada sendiri-sendiri. Sudah kami kondisikan pasiennya tidak keluar masuk. Semua fasilitasnya terpisah dengan poli umum. Mulai loket pendaftaran, administrasi pembayaran, farmasinya, hingga dokter, bidan, perawatnya khusus di situ," terang dr Edy.

Sedangkan kegiatan imunisasi memang dimaksimalkan di area puskesmas. Hanya, tidak tertutup kemungkinan di wilayah yang dirasa cukup aman masih bisa diakses. Khusus  di Puskesmas Ciptomulyo, kegiatan imunisasi dibuka Rabu dan Sabtu saja. Tempatnya juga terpisah dengan area pasien umum. Bahkan, peserta imunisasi bisa masuk melalui pintu belakang yang telah disiapkan khusus untuk langsung menuju area pelayanan.

"Sementara ini tetap seminggu dua kali, Rabu sama  Sabtu. Itu pun kami buat tempat yang berbeda dari biasanya. Kalau biasanya kan di lantai bawah, sekarang di lantai atas dan tidak melalui pintu skrining pasien umum. Jadi, lewat pintu belakang, langsung masuk  ke tempat khusus untuk imunisasi yang tidak dilewati oleh pasien umum mana pun," ungkap dr Edy. Sementara, di Puskesmas Pandanwangi, seperti halnya puskesmas lain yang memaksimalkan skrining awal dan pembagian zona bagi pasien infeksius dan non-infeksius,  ada juga zona prioritas.

Zona prioritas ini di antaranya untuk kategori pasien rentan. Yakni, lansia di atas usia 60 tahun, ibu hamil, dan pasien disabilitas. Nantinya, pasien infeksius dan pasien prioritas diberi kartu antrean prioritas. "Semua pasien, baik yang golongan infeksius, non-infeksius dan prioritas diwajibkan memakai masker yang sesuai standar kesehatan, cek suhu tubuh. Kami cek juga adakah riwayat perjalanan untuk identifikasi penyakit infeksius dan non-infeksius," ujar Kepala Puskesmas Pandanwangi dr Sri Purwani. Petugas Puskesmas Pandanwangi juga selalu mengimbau pasien di ruang tunggu untuk selalu menjaga jarak. Setiap kursi juga telah diberi tanda tersebut. "Juga ada kursi khusus  disabilitas dan pasien prioritas," imbuhnya.

Baca Juga : Dicek Ada Gangguan Pernapasan, Daftar hingga Antre Obat Dilakukan Petugas

Di samping itu, mengingat layanan di luar gedung dibatasi,  juga dimaksimalkan pelayanan konsultasi online. Setiap layanan telah dibagi sesuai dengan bidangnya. Yaitu pelayanan umum dan gigi, KIA (kesehatan ibu dan anak) dan imunisasi, bidang gizi, sanitasi dan promkes, serta bagian obat. "Karena pelayanan luar gedung kami dibatasi, maka apa pun yang ingin disampaikan masyarakat atau lintas sektor bisa menghubungi kami sesuai contact person yang kami berikan," ungkap dr Sri.

Berkaitan dengan imunisasi, Puskesmas Pandanwangi membuka pelayanan setiap hari. Namun, jalurnya dipisahkan dan tidak melewati jalur pasien umum lainnya. "Imunisasi di masa pandemi tidak antre lewat loket. Supaya tidak berkerumun, jadwal pasien imunisasi disesuaikan dengan jadwal posyandu yang sementara masih blm berjalan. Pasien juga bisa berkonsultasi lewat Whatsapp untuk buat janji  temu imunisasi. Khusus imunisasi MR dan BCG yang sebelumnya dijadwalkan Sabtu, saat pandemi kami ubah Rabu agar waktu pelayanan lebih panjang," jelas bidan Puskesmas Pandanwangi Jemi Mutiara Barus.

Tak hanya itu. Untuk menunjang imunisasi di cakupan wilayah puskesmas, dihadirkan inovasi khusus Jembatan Manis (Jemput Bayi Baduta untuk Imunisasi). Tentunya pelayanan tetap memperhatikan protokol kesehatan. "Program ini untuk wilayah Arjosari yang jauh jika harus ke puskesmas. Kami buka jadwal imunisasi Jembatan Manis dengan protokol kesehatan. Program ini dilakukan di Pos Kesehatan Kelurahan (Poskeskel) Arjosari," ujar dr Sri.