Layanan imunisasi di Puskesmas Bareng Kota Malang. (Foto: Instagram @puskesmasbareng).
Layanan imunisasi di Puskesmas Bareng Kota Malang. (Foto: Instagram @puskesmasbareng).

MALANGTIMES - MALANGTIMES - Banyak batasan yang harus dijalankan warga Kota Malang ketika memanfaatkan layanan puskesmas di samping penerapan protokol kesehatan pencegahan covid-19 yang ketat. Namun, berbagai cara untuk memberikan rasa nyaman dan aman bagi pengunjung puskesmas tetap dimaksimalkan.

Memang tak semua pengunjung mengakses puskesmas dengan cara yang sama. Terutama bagi layanan imunisasi, yang memang dipisahkan sistem antrean dan pelayanannya di area puskesmas. Hal ini sebagai satu cara untuk meminimalisasi kontak antar-pasien agar terhindar dari penyebaran virus. Di wilayah Puskesmas Arjuno, fokus pelayanan imunisasi yang selama ini bisa diakses di posyandu kini dimaksimalkan di puskesmas saja. Bahkan, tak hanya khusus bayi dan balita. Layanan imunisasi yang dibuka pada  Kamis juga berlaku bagi ibu hamil hingga catin (calon pengantin).

Baca Juga : Ada Yang Takut ke Puskesmas, Tak Sedikit Yang Menilai Malah Layanan Lebih Bagus

"Lebih aman memang kalau imunisasi itu kami fokuskan di puskesmas saat pandemi. Dan ini khusus Kamis saja. Kalau dulu juga berjalan tapi istilahnya 50:50, banyak yang di posyandu. Sekarang hari Kamis itu berlaku untuk ibu, bayi, balita dan catin datang ke puskesmas," ujar Kepala Puskesmas Arjuno dr Ida Megawati. Alur masuk bagi mereka juga dipisahkan dari pasien umum lainnya. Pun begitu sistem antrenya. Sehingga, balita juga tak akan terlalu lama berada di puskesmas.

Bahkan, untuk mengantisipasi kerumunan datangnya peserta imunisasi berduyun-duyun,  petugas Puskesmas Arjuno menggaet kader wilayah untuk menyosialisasikan jadwal imunisasi. "Untuk ibu bayi dan balita, kami beri akses khusus mereka nggak mengantre di loket umum. Kalau dulu, mau imunisasi atau periksa biasa, kan mendaftar di loket, sehingga urutannya ya bercampur. Sekarang otomatis ibu bayi dan balita langsung mengakses ke poli KIA (kesehatan ibu dan anak)," imbuh dr Ida.

Untuk kegiatan penimbangan bayi dan balita, meski tak dilakukan di puskesmas, tiap kader kesehatan di masing-masing wilayah masih terus menjalankan secara door to door. "Artinya kader itu, misalnya satu posyandu ada 6 kader, mereka bisa membagi berapa anak yang didatangi. Ini juga bisa memperkecil risiko. Karena misalkan di situ ada 30 balita, artinya satu kader bisa menangani 5 anak. Kami harapkan kemungkinan terjadinya kontak yang tidak perlu itu tetap bisa diminimalkan. Jadi, imunisasi jalan, penimbangan juga jalan," imbuh dr Ida.

Salah satu spot edukasi di Puskesmas Arjuno. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).

Bagaimana Puskesmas Bareng? Berada di lokasi yang berdempetan dengan area perkampungan warga, tentu membuat Puskesmas Bareng harus cari cara jitu memaksimalkan pelayanan kesehatan. Terlebih, banyak masyarakat yang memang  waswas untuk mengakses layanan kesehatan di tengah pandemi ini. Salah satu upayanya, di samping penerapan protokol kesehatan pencegahan covid-19 seperti di puskesmas lainnya, adalah membatasi durasi pengunjung. Sehingga secara maksimal pelayanan dijalankan dengan cepat dan tepat. "Durasi pengunjung tidak boleh terlalu lama berada di puskesmas. Jadi, pelayanan dibuat sesimpel mungkin. Sehingga misalnya mau konsultasi, bisa dilanjutkan dengan online," kata Kepala Puskesmas Bareng dr Herlin Kisworini.

Langkahnya, petugas kesehatan selalu memiliki nomor pengunjung. Begitu juga sebaliknya. Pun warga bisa mengakses melalui hotline yang sudah tertera di media sosial. "Jadi, teman-teman ada grup kader tiap kelurahan. Terus grup peserta BPJS. Lalu memaksimalkan kunjungan online semisal ada keluhan. Tergantung kasus kesehatannya, apakah perlu tindak lanjut ke puskesmas atau cukup konsultasi biasa saja," terang dr Herlin.

Sementara untuk kegiatan imunisasi, Puskesmas Bareng hanya membuka layanan terbatas pada  Sabtu saja. Itu pun dilakukan di area luar halaman puskesmas. "Imunisasi masih dan sementara ini Sabtu saja. Dilaksanakan di luar, di halaman. Ada halaman yang cukup sempit kami manfaatkan untuk itu," imbuh dr Herlin.

Baca Juga : Cari Mangsa lewat Media Sosial, Korban Digaet di BiroJomblo

Mengantisipasi datangnya peserta imunisasi yang membeludak, masyarakat juga dianjurkan mendaftarkan secara online terlebih dahulu. Jika cukup ramai, setidaknya akan diberitahukan untuk mengakses pada minggu berikutnya. "Misalnya hari ini sudah ada sekian pasien, dialihkan ke hari lainnya. Itu juga untuk membatasi durasi, maka jumlah pasien dibatasi. Meminimalisasi kontak dan penyebaran virus," tutup dr Herlin.