Ilustrasi (Istimewa).
Ilustrasi (Istimewa).

MALANGTIMES - Pasca meninggalnya Rasulullah SAW, para sahabat terus menyebarkan syiar Islam ke berbagai penjuru dunia. Tanpa kecuali Umar Bin Khattab yang turut melebarkan sayap ajaran Islam saat ia terpilih sebagai Khalifah. Dia pun senantiasa mengajak berbagai bangsa memeluk Islam sebagaimana ajaran yang pernah disampaikan Rasulullah SAW.

Ustadz Khalid Basalamah dalam sebuah kajian menyampaikan, Umar pernah berkirim surat kepada Raja Romawi untuk mengajaknya masuk Islam. Namun saat itu, Raja Romawi masih enggan dengan ajakan Umat bin Khattab.

Baca Juga : Ditakuti, Ini Sahabat yang Bisa Membuat Para Istri Rasulullah SAW Terdiam

Ketika itu, Islam sudah menguasai separo dunia. Sehingga, sang Raja Romawi memilih mengirim perdana menterinya sebagai utusan untuk bertemu langsung dengan Khilafah Umar. Sang perdana menteri pun diminta menyampaikan upeti berupa emas yang diletakkan di banyak peti berukuran besar.

Sang perdana menteri kemudian menuju Madinah dengan dikawal sekitar tiga ribu pengawal. Saat tiba di pintu gerbang Madinah, sang perdana menteri bertanya kepada muslim yang tengah lewat.

Sang Perdana Menteri itu berkata,"Hai muslim, saya mau tanya dimana istana raja agung Umar?"

Maka muslim itu terdiam dan berkata, "Istana? Jika yang anda maksud adalah rumah Amir Mukminin Umar bin Khattab saya tahu. Lurus saja, nanti belok kanan," kata muslimin itu dan langsung berlalu meninggalkan rombongan Perdana Menteri tersebut.

Sang perdana menteri merasa kebingungan dan berkata, “Belum pernah saya temukan orang yang tahu ini peti emas lalu tidak minta uang.” Karena saat itu, ia telah menyiapkan satu peti untuk memberikan kepada orang yang menginginkan imbalan untuk menuju ke singgasana Umar bin Khattab.

Sampai pada akhirnya rombongan perdana menteri berjalan sesuai dengan arahan muslim pertama. Kemudian mereka bertemu dengan seorang yang tengah duduk di bawah pohon. Perdana menteri itu lalu berkata, “Hai muslimin. Di mana istana raja agung Umar?”

Maka pria itu berdiri dan bertanya mengapa ia mencari Umar bin Khattab. Lalu sang perdana menteri menjawab, “Ada surat datang dari raja agung Umar kepada raja kami Romawi. Mengajak kami masuk Islam dan raja kami masih menolak, maka kami membawa ini upetinya, kami akan bayar.”

Lalu orang itu melihat kanan kiri dan banyak sekali peti yang dibawa. Lantas laki-laki itu berkata, “Bagaimana jika laki-laki di depanmu ini Umar?”

Perdana menteri itupun kebingungan dan bertanya, “Apakah Anda benar Umar?” Lalu dijawabnya, “Iya, saya Umar.”

Baca Juga : Kaya Raya dan Dermawan, Ini Sosok yang Turut Biayai Pernikahan Rasulullah SAW

Turunlah perdana menteri itu dari kudanya dan langsung  mengucapkan kalimat syahadat di hadapan Umar. Mengetahui itu, Umar bertanya, “Kenapa engkau masuk Islam?”

Sang perdana menteri menjawab, “Saya sudah lama dengar nama Anda dan saya sekarang baru tahu kenapa orang-orang di negeri saya saat mendengar nama Anda saja sudah ketakutan. Anda di sini ngapain? Di bawah pohon Amirul Mukminin?”

Lalu Umar menjawab, “Saya sedang menunggu baju saya kering dicuci.” Karena saat itu Umar mencuci sendiri bajunya dan menunggu bajunya tersebut kering saat dijemur.

Sang perdana menteri lalu kembali bertanya, “Apakah Anda tidak memiliki pengawal?”

Umar menjawab, “Tidak, saya bersama Allah SWT.”

Sejak saat itu, sang perdana menteri masuk Islam. Sang Perdana Menteri pun sangat takjub dengan keyakinan Umar untuk selalu dilindungi Allah SWT di manapun dia berada, meskipun tidak ada pengawalan terhadapnya sama sekali.