Calon Bupati Malang, Lathifah Shohib (tengah) saat mengunjungi Pasar Tradisional di Kabupaten Malang. (Foto: Dok. Malang Bangkit) 
Calon Bupati Malang, Lathifah Shohib (tengah) saat mengunjungi Pasar Tradisional di Kabupaten Malang. (Foto: Dok. Malang Bangkit) 

MALANGTIMES - Ruang publik untuk menyuarakan aspirasi bagi perempuan untuk turut serta dalam pembangunan Kabupaten Malang hingga kini masih belum terwadahi secara maksimal. 

Hal ini menjadi salah satu fokus pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Malang Lathifah Shohib-Didik Budi Muljono (LaDub) untuk konsen melibatkan perempuan di beberapa aspek pembangunan Kabupaten Malang. 

Baca Juga : Peduli Generasi Muda, Paslon SanDi Siap Bentuk Tim Pergerakan Ekonomi Malang Milenial

Calon Bupati Malang Lathifah Shohib, mengatakan, bahwa selama ini peran serta perempuan di Kabupaten Malang masih terpinggirkan dengan dibuktikan minimnya ruang publik sebagai wadah penyampaian aspirasi bagi kaum perempuan. 

"Peran perempuan sangat penting. Karena berdasarkan data statistik jumlah penduduk perempuan (Kabupaten Malang, red) lebih banyak," ungkapnya, Selasa (20/10/2020). 

Maka dari itu, sebuah wadah penyampaian aspirasi perempuan harus terbentuk. Agar aspirasi kaum perempuan dapat tersalurkan serta menjadi pertimbangan sebuah kebijakan yang akan dikeluarkan. 

Lathifah yang juga merupakan cucu dari salah satu pendiri Nahdlatul Ulama (NU) yakni KH. Bisri Syansuri menuturkan, bahwa sebuah wadah penyampaian aspirasi bagi kaum perempuan dapat direalisasikan dalam bentuk Musrenbang (Musyawarah Perencanaan Pembangunan) tematik. 

"Selama ini Musrenbang perempuan di Kabupaten Malang bahkan tidak pernah dilakukan secara maksimal," ujarnya. 

Perempuan yang akrab disapa dengan panggilan Bu Nyai ini juga mengatakan, bahwa perempuan merupakan potensi dari sebuah daerah secara umum. 

"Peran perempuan harus dikelola dengan baik, karena menentukan kondisi sebuah daerah. Begitu juga di Kabupaten Malang. Kemajuan daerah bergantung dari bagaimana peran perempuan di dalamnya," ungkapnya. 

Untuk merealisasikan salah satu fokus utamanya, Lathifah menjelaskan, jika nantinya dia terpilih dapat memimpin Kabupaten Malang, untuk Musrenbang Perempuan akan lebih mengarah pada program pemberdayaan perempuan. 

Baca Juga : Tiga Paslon Pilkada Kabupaten Malang Berebut Suara Milenial, Berikut Acuan Datanya

Pemberdayaan perempuan ke depan sangat diharapkan dan jangkauannya merata di seluruh wilayah. Mulai dusun, desa, kecamatan yang ada di Kabupaten Malang. 

"Pelatihan bagi perempuan, kesempatan mereka berwirausaha perlu kita dorong. Karena itu, Paslon LaDub berkomitmen akan menghadirkan Musrenbang Perempuan jika diamanahi rakyat sebagai kepala daerah dan wakil kepala daerah," terangnya. 

Tidak hanya sebagai bentuk formalitas saja, harapannya dalam Musrenbang Perempuan tersebut, ide-ide dari perempuam-perempuan progresif yang ada di Kabupaten Malang dapat tersalurkan dan terakomodir dengan baik. Dengan di akomodirnya kepentingan para perempuan akan lebih meningkatkan kesejahteraan para perempuan yang juga mampu membantu pergerakan roda perekonomian terkecil di tingkat keluarga melalui permodalan usaha dan koperasi. 

"Perempuan harus bangkit. Karena salah satu visi Malang Bangkit adalah menjadikan perempuan mandiri dan sejahtera," tandasnya. 

Sebagai informasi bahwa Bu Nyai memiliki karir awal menjadi seorang guru. Kemudian dibarengi dengan aktif di beberapa organisasi serta sempat menjadi anggota DPR-RI dua periode. Selain itu, Bu Nyai pun dikenal sebagai salah satu tokoh pemberdayaan perempuan melalui perkoperasian. Hal itu terbukti dengan adanya koperasi Annisa yang telah memiliki puluhan ribu anggota di Malang.