Grafis klasifikasi usia pemilih di Kabupaten Malang pada tahun 2019 silam. (Foto : KPU Kabupaten Malang for MalangTIMES)
Grafis klasifikasi usia pemilih di Kabupaten Malang pada tahun 2019 silam. (Foto : KPU Kabupaten Malang for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Sudah menjadi rahasia umum bahwa saat menjelang kontestasi pilkada (pemilihan kepala daerah), para calon kepala daerah bakal mengatur strategi untuk meraup suara sebanyak-banyaknya. Salah satu sasaran utamanya adalah menggandeng suara kaum milenial.

Kondisi semacam itu juga terjadi di Pilkada Kabupaten Malang, yang diagendakan bakal berlangsung 9 Desember 2020 mendatang. Ketiga paslon (pasangan calon) bupati dan wakil bupati Malang, yakni mulai dari SanDi (Sanusi-Didik Gatot Subroto), LaDub (Lathifah Shohib-Didik Budi Muljono), serta Sam HC (Heri Cahyono)-Sam GH (Gunadi Handoko) dalam beberapa kesempatan, terutama saat kampanye, terpantau gemar mengutarakan sasaran utama yang bakal dijadikan lumbung suara adalah kaum milenial.

Baca Juga : Problem Sampah dan Limbah, Cabup Sanusi: Tidak Perlu Tunggu Jadi, Selesai Kampanye Kami Benahi

Namun, sebenarnya berapa jumlah DPT (daftar pemilih tetap) yang berasal dari kaum milenial di Kabupaten Malang? Belum ada data pasti yang dirilis oleh pihak penyelenggara, yakni KPU (Komisi Pemilihan Umum) Kabupaten Malang.

Pernyataan belum terklasifikasinya jumlah kaum milenial tersebut disampaikan langsung oleh komisioner Divisi Perencanaan Data dan Informasi KPU Kabupaten Malang Khilmi Arif saat dikonfirmasi Senin (19/10/2020).

”Ini kan masih kami analisis. Masih kami olah. Sebab, data kemarin yang ditetapkan baru jumlah secara global, kemudian total. Nah kemudian ini kami masih menyiapkan soft copy untuk peserta sidang. Jadi, analissi tipologi pemilih itu sampai sekarang belum terkerjakan. Jadi, kami belum bisa sampaikan semisal usia 17 tahun ada berapa, usia milenial berapa, dan sebagainya,” ungkap Khilmi.

Sekadar diketahui, data global yang dimaksud Khilmi tersebut adalah data keseluruhan yang sebelumnya juga pernah diberitakan oleh JatimTIMES.com. Yakni dari DPT tahun 2020 ini tercatat ada 2.003.608 jiwa.

Dari jumlah tersebut, 999.098 merupakan pemilih dari kategori laki-laki. Sedangkan pemilih perempuan ada 1.004.510 orang.

Jumlah tersebut, dijelaskan Khilmi, mengalami peningkatan jika dibandingkan tahun 2019 lalu. Tahun lalu jumlah DPT adalah 1.996.857. ”Untuk tahun ini jumlah DPT ada kenaikan dari yang tahun sebelumnya (2019) ada 1.996.857 . Tahun ini (2020) meningkat jadi 2.003.608,” terang Khilmi.

Meski mengaku belum menentukan berapa jumlah kaum milenial yang masuk DPT tahun ini, KPU Kabupaten Malang berjanji bakal menyelesaikan data tersebut dalam kurun waktu sekitar tiga hari ke depan.

”Saya pribadi sebenarnya juga menginginkan ada kategori usia sampai di atas 60 tahun itu sudah terklasifikasikan. Tujuannya untuk perbandingan. Tapi belum sempat. Ditunggu ya. Mungkin tiga harian lagi ya,” janji Khilmi.

Belum terselesaikannya data DPT milenial yang sering digembar-gemborkan para paslon di Kabupaten Malang itu, menurut Khilmi, lantaran harus ada ketentuan batasan usia untuk menentukan DPT yang berasal dari milenial.

”Nanti fokus di milenial itu batasan usia berapa, maksimal berapa. Maksimal misalkan 35 atau 40. Ini kan juga harus jelas. Tapi kalau bagi saya dan pembacaan saya, usia 35 itu masih masuk mileneal. Tapi kalau pemilih pemula, itu baru yang 17 tahun,” ungkap Khilmi.

Baca Juga : Banyak Keluhan Pendidikan Mahal, Lathifah: Ada yang Salah Strategi Anggarannya

Selain penentuan rentang usia milenial, jumlah DPT yang pada tahun 2020 ini mengalami peningkatan juga menjadi kendala tersendiri bagi KPU untuk merinci jumlah DPT kategori milenial di Kabupaten Malang. "Dengan jumlah pemilih (DPT, red) segitu banyak, memang perlu keahlian khusus untuk mengategorikan,” katanya.

Sebagai acuan, jumlah DPT dari kaum milenial pada tahun 2020 diperkirakan tidak terpaut terlalu jauh dengan  2019. Sebab, penambahan DPT pada tahun 2020 hanya selisih 6.751 dari tahun 2019.

Untuk diketahui, jumlah DPT dari kaum milenial rentang usia kurang dari atau sama dengan 20 tahun, ada 130.389 pemilih. Atau jika dipersentasekan mencapai 6,53 persen dari total DPT tahun 2019.

Sedangkan untuk kaum milenial pada rentang usia 21-30 tahun, pada  2019 tercatat ada 19,37 persen atau setara dengan 386.867 pemilih. ”Jika dijumlahkan, tahun lalu jumlah pemilih dari kategori milenial, yaitu rentang usia mulai 17 hingga 30 tahun ada 25,9 persen atau sebanyak 517.256 orang,” kata Khilmi.

Sekadar informasi, jumlah kaum milenial pada tahun 2019 memang mendominasi DPT di Kabupaten Malang kala itu. Bandingkan saja dengan jumlah pemilih dari rentang usia 31-40 tahun. Saat itu total ada 431.212 pemilih usia 31-40 tahun atau setara dengan 21,59 persen .

Kemudian untuk rentang usia 41-50 tahun, ada 20,11 persen atau setara dengan 401.628. Lanjut, untuk rentang usia 51-60 tahun, data tahun 2019 tercatat ada 336.081 pemilih atau 16,83 persen. Terakhir, untuk kategori usia di atas 60 tahun ada 15,56 persen atau setara dengan 310.680 pemilih.