Jupri Abdullah saat menyempurnakan lukisan abstrak di atas kavas dalam “Galang Gemilang” Konser Seni Lukis Abstrak di GOR Gajah Mada, Selasa (20/10/2020). (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)
Jupri Abdullah saat menyempurnakan lukisan abstrak di atas kavas dalam “Galang Gemilang” Konser Seni Lukis Abstrak di GOR Gajah Mada, Selasa (20/10/2020). (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Pemecahan rekor dunia dengan melukis abstrak berlangsung di GOR Gajah Mada, Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu, Kota Batu, Selasa (20/10/2020). Pemecahan rekor dunia melalui Lembaga Prestasi Rekor Indonesia Dunia (LEPRID) ini digelar Dinas Pariwisata Pemerintah Kota Batu bersama Dewan Kesenian Kota Batu dalam rangka memperingati Kota Batu yang berusia 19 tahun.

Lukisan abstrak yang digelar dalam kegiatan “Galang Gemilang” Konser Seni Lukis Abstrak itu langsung dibuat di atas kanvas yang ukurannya menyesuaikan dengan usia Kota Batu yakni panjang 19 meter dan lebar 3 meter. Proses pembuatannya dimulai dari nol, secara simbolis dilakukan oleh Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko bersama wakilnya Punjul Santoso dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), juga Wakil Ketua MPR RI Ahmad Basarah.

Ditambah dengan seniman international yakni Jupri Abdullah. Seluruhnya menggoreskan dengan cat akrilik dengan tangan kosong langsung pada kanvas. Kurang lebih cat yang digunakan sebanyak 100 kilogram.

Baca Juga : 10 Jenis Tumpeng Among Tani Warnai HUT Kota Batu, Penuh Simbol dan Makna

 

Ada warna merah, kuning, hijau, biru, putih, dan sebagainya bercampur aduk di atas kanvas menjadi sebuah seni lukis abstrak. Setelah secara simbolis dilakukan, baru disempurnakan oleh Jupri yang juga menggunakan seluruh tubuhnya untuk membuat lukisan tersebut.

Saat melukis, sambil diiringi dengan musim tradisional karawitan. Lalu juga ada seni tari tradisional yang semakin membuat suasana pemecahan rekor menjadi semangat. 

Pemecahan rekor seni lukis abstrak itu langsung diberikan dari Lembaga Prestasi Rekor Indonesia Dunia (LEPRID). Yang sebelumnya terlebih dahulu dilakukan proses pengukuran seni lukis abstrak.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu Arief As Siddiq mengatakan, pemecahan rekor dunia itu dilakukan bermula dari sebuah komunikasi dan kalaborasi para seniman di Kota Batu. Dalam hal ini adalah seniman lukis, sehingga tercipta sebuah konsep melukis abtrak terpanjang di dunia.

“Sebuah komunikasi dan kalobarsi teman-teman seni budaya, ada seniman lukis, seniman patung, dan sebagainya dalam rangka HUT Kota Batu ke-19, bagaimana memfasilita dan mengakomodir kreativitas seniman lukis dalam hal ini. Sehingga konsep besar melukis terpanjang di dunia tercipta,” katanya.

Ia menambahkan, sebuah ide dan gagasan menciptakan sebuah karya fenomenal dengan menggandeng seniman International berkarya di Kota Batu itu, untuk menggugah semangat khususnya semangat seniman muda di Kota Batu.

Baca Juga : Bedah Kerawang Leluhur, Tradisi Jelang HUT Kota Batu

 

“Kami menghadirkan seniman international ini supaya ke depan khususnya generasi muda bisa berkarya hingga kancah international. Sehingga punya konsep gagasan pendekatan kegiatan ini, intinya kami ingin memfasilitasi semua,” tambah mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup ini.

Sedang karya seni lukis abstrak itu akan dipajang dalam acara puncak Kongres Kebudayaan pada 28 Oktober mendatang. Dan juga dipajang di gedung kebanggan Kota Batu yakni di Balai Kota Among Tani. 

Dalam kegiatan itu juga dilakukan lelang lukisan milik Jupri Abdullah. Ada dua lukisan yang berjudul Covid-19 Minggir dari Indonesia, dan banteng. Yang kemudian langsung dilelang oleh Basarah seharga Rp 20 juta oleh Ahmad Basarah.