Joko Widodo dan Ma'ruf Amin (Foto:  apahabar.com)
Joko Widodo dan Ma'ruf Amin (Foto: apahabar.com)

MALANGTIMES - Hari ini Selasa (20/10/2020) tepat setahun masa jabatan Joko Widodo (Jokowi) dan Ma'ruf Amin menjadi presiden dan wakil presiden Republik Indonesia.  Namun, ini merupakan periode kedua bagi Jokowi untuk memimpin Indonesia setelah berpasangan dengan Jusuf Kalla pada periode pertama 2014-2019.  

Menengok kembali pada 20 Oktober 2019 lalu, Jokowi dan Ma'ruf Amin berhasil memenangkan Pilpres 2019 dengan mengalahkan pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.  Kala itu, Jokowi dan Ma'ruf berhasil memenangkan hati rakyat Indonesia dengan visi dan misi yang mereka sampaikan.  

Baca Juga : Promo Perumahan Dominasi Pemasangan Iklan Liar di Kabupaten Malang

Dalam visi dan misi itu, Jokowi dan Ma'ruf mengungkapkan janji-janjinya dalam mempimpin Indonesia lima tahun ke depan. Berikut rangkumannya:

Visi: Terwujudnya Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian, berlandaskan gotong-royong.

Misi:  

1. Peningkatan kualitas manusia Indonesia.

2. Struktur ekonomi yang produktif, mandiri, dan berdaya saing.

3. Pembangunan yang merata dan berkeadilan.

4. Mencapai lingkungan hidup yang berkelanjutan.

5. Kemajuan budaya yang mencerminkan kepribadian bangsa.

6. Penegakan sistem hukum yang bebas korupsi, bermartabat, dan terpercaya.

7. Perlindungan bagi segenap bangsa dan memberikan rasa aman pada seluruh warga.

8. Pengelolaan pemerintahan yang bersih, efektif, dan terpercaya.

9. Sinergi pemerintah daerah dalam kerangka Negara Kesatuan.

Mengingat visi dan misi tersebut lantas apakah janji-janji Jokowi sudah terpenuhi?  

Pengamat politik dari Universitas Paramadina Hendri Satrio (Hensat) menilai janji-janji itu belum sepenuhnya dituntaskan. Pasalnya, masa jabatan Jokowi dan Ma'ruf baru saja setahun. Apalagi pandemi Covid-19 telah menerjang Indonesia.  

Baca Juga : HPP Kota Batu Tolak Relokasi dan DED, Dewanti: Kita Berikan yang Terbaik untuk Revitalisasi

"Pada awalnya, pemerintahan Jokowi-Ma'ruf dimulai dalam kondisi normal. Namun sekarang kan muncul kondisi pandemi covid-19. Kita mesti fair juga, janji-janji itu menjadi susah dipenuhi," katanya.

Lebih lanjut, pria yang akrab dipanggil Hensat tersebut menilai janji-janji itu perlu ditransformasikan dalam konteks baru, yakni lebih fokus dalam penanganan covid-19. Sebagaimana contoh, membuat masyarakat lebih sejahtera dalam kondisi pandemi dengan penyaluran bantuan yang efektif, penemuan vaksin, serta kebijakan yang tepat.  

Pendapat senada disampaikan oleh peneliti dari Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Arya Fernandes.   Arya menilai  sebagian janji Jokowi sudah terpenuhi, namun sebagian lagi belum. Seperti janji soal pembangunan, reformasi di bidang ekonomi, layanan dasar untuk masyarakat dan peningkatan kesejahteraan menunjukkan hasil ke arah baik.  

"Namun saya lihat ada pergantian kebijakan Jokowi dibanding periode pertama (2014-2019), yaitu narasi soal penegakan hukum yang bebas korupsi dan pemerintahan yang bersih," kata Arya.  

Arya mengatakan dua aspek itu mengalami pelemahan. Sehingga Jokowi perlu mendorong penguatan dalam pemberantasan korupsi di sektor swasta, politik, dan pemerintahan.