Calon Bupati Malang Sanusi (tengah) saat mengunjungi para warga yang mengeluh soal pembangunan infrastruktur limbah (Ashaq Lupito)
Calon Bupati Malang Sanusi (tengah) saat mengunjungi para warga yang mengeluh soal pembangunan infrastruktur limbah (Ashaq Lupito)

MALANGTIMES - Persoalan sampah dan limbah di Kabupaten Malang sempat menyeruak serta menjadi atensi beberapa pihak. Misalnya, DPRD Kabupaten Malang yang juga meminta agar seluruh elemen untuk bergerak bersama dalam menanggulangi sampah dan limbah.

Tak terkecuali pasangan calon bupati dan wakil bupati SanDi (Sanusi - Didik Gatot Subroto) yang dalam Pilkada 2020 diusung oleh enam partai politik besar Kabupaten Malang.

Baca Juga : Antisipasi Peretasan, Malang Jejeg Siapkan Tim IT untuk Pengamanan Berlapis

Sanusi saat dikonfirmasi terkait persoalan sampah dan limbah, secara tegas menyampaikan, bahwa SanDi tak perlu menunggu jadi bupati dan wakil bupati dalam menyelesaikan persoalan itu.

"Itu aspirasi masyarakat, kita tak perlu menunggu menang Pilkada. Kita akan tuntaskan itu setelah selesai kampanye," tegas HM Sanusi di setiap agenda kampanyenya.

Hal itu, misalnya disampaikan Abah Sanusi saat menanggapi keluhan warga perihal pengolahan limbah ketika kampanye digelar di wilayah Kepanjen.

Kepanjen, sebagai informasi, merupakan lokasi pengelolaan sampah yang dijadikan prioritas utama Kabupaten Malang. Sehingga persoalan sampah dan limbah yang dikeluhkan masyarakat, menjadi atensi Abah Sanusi selama dirinya menjabat sebagai Bupati Malang.

Abah Sanusi menyampaikan, jauh sebelum persoalan sampah dan limbah menyeruak di masyarakat, dirinya sudah berencana untuk membenahi soal infrastruktur terkait pengelolaan limbah. 

Pasalnya, dari hasil penelusurannya bersama OPD (Organisasi Perangkat Daerah) terkait, sebagian masyarakat masih ada yang bandel saat membuang sampah. Sehingga menyebabkan bau yang mengganggu masyarakat setempat dan sekaligus dianggap dapat merusak lingkungan.

”Karena limbahnya yang dibuang ke jalan itu tidak bagus, sehingga baunya tidak nyaman dan dapat merusak lingkungan. Setelah selesai kampanye (cuti, red) langsung akan kita benahi. Tak perlu tunggu menang Pilkada," ujarnya.

Baca Juga : Paslon LaDub Kukuhkan Tim Hukum dan Medsos

Isu lingkungan hidup, lanjut Abah Sanusi, telah menjadi fokus Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang, selama ini. Tak terkecuali saat dirinya menjabat sebagai Bupati Malang.

Bahkan, saat Abah Sanusi masih menjabat sebagai Plt Bupati Malang, Pemkab Malang telah konsen dalam persoalan lingkungan hidup. Ini terlihat dari raihan piala Adipura selama 11 kali berturut-turut. Terakhir penghargaan tersebut diterima Abah Sanusi pada awal tahun 2019 lalu. Wakil Presiden RI Jusuf Kalla, saat itu, secara langsung menyerahkan piala Adipura ke Abah Sanusi.

Penghargaan bergengsi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia saat itu, fokus pada beberapa persoalan kebijakan lingkungan. Diantaranya, meliputi pendekatan implementasi kebijakan persampahan.

Seiring berjalannya waktu, Abah Sanusi yang saat ini mengajukan cuti karena kampanye, kembali berupaya untuk fokus menangani sektor lingkungan hidup. Selain untuk mengangkat citra Kabupaten Malang, upaya itu dilakukan Abah Sanusi juga sebagai wujud tangungjawab kepada DPRD Kabupaten Malang yang sempat memberikan atensi khusus di sektor pengelolaan sampah.

Seperti yang sudah diberitakan, Pelaksana tugas (Plt) Ketua DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) Kabupaten Malang Sodikul Amin, meminta masyarakat khsusunya Pemkab (Pemerintah Kabupaten) Malang untuk mengimplementasikan penanggulangan sampah secara maksimal. Terutama disektor sampah plastik yang menurut data Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang, mencapai 20 persen dari komposisi sampah yang ada.