Calon Bupati (cabup) Lathifah Shohib saat menyapa masyarakat Kabupaten Malang, Senin (19/10/2020). (Foto: Dok. Malang Bangkit) 
Calon Bupati (cabup) Lathifah Shohib saat menyapa masyarakat Kabupaten Malang, Senin (19/10/2020). (Foto: Dok. Malang Bangkit) 

MALANGTIMES - Pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Malang, Lathifah Shohib-Didik Budi Muljono (LaDub) saat melakukan kampanye ke masyarakat banyak mendapatkan keluhan terkait pendidikan mahal di Kabupaten Malang. 

Calon Bupati (cabup) Malang, Lathifah Shohib mengatakan bahwa pihaknya akan berkomitmen untuk memperjuangkan dalam dunia pendidikan di Kabupaten Malang. Hal itu disampaikan Lathifah dapat realisasi jika pengelolaan APBD (Anggaran Pendapatan Belanja Daerah) yang tepat. 

"Jadi jika saat ini di Kabupaten Malang pendidikan belum gratis maka ada yang salah dengan strategi kebijakan anggarannya," ujar perempuan yang akrab disapa Bu Nyai, Senin (19/10/2020). 

Selain pendidikan mahal yang dikeluhkan oleh masyarakat, Bu Nyai menyampaikan bahwa keluh kesah masyarakat atas pendidikan gratis di Kabupaten Malang masih belum terealisasi dengan baik. "Sekolah pada masa pandemi, banyak orang tua atau wali murid mengeluh tentang mahalnya biaya untuk membeli paket data bagi siswa," tuturnya. 

Komitmen mewujudkan pendidikan gratis merupakan salah satu fokus utama yang akan dilakukan oleh paslon LaDub jika nantinya terpilih menjadi Bupati dan Wakil Bupati Malang. 

"Kami yakin karena kami telah melakukan analisa terhadap struktur dan porsi APBD, sehingga perlu political will untuk mewujudkan hal itu," bebernya. 

Bu Nyai yang merupakan salah satu cucu pendiri Nahdlatul Ulama (NU) KH. Bisri Syansuri ini selain akan memperjuangkan pendidikan gratis, juga akan berkomitmen untuk perbaikan fasilitas pendidikan Kabupaten Malang termasuk gaji GTT (Guru Tidak Tetap), PTT (Pegawai Tidak Tetap) bisa layak. 

"Fasilitas pendidikan yang menunjang proses perlu juga untuk dibenahi. Pendidikan ini sangat penting karena berkaitan dengan masa depan anak cucu kita yang kelak akan membangun Kabupaten Malang," jelasnya. 

Banyak yang telah mengetahui bahwa Lathifah merupakan seorang perempuan yang sangat peduli terhadap dunia pendidikan. Awal eksistensinya pun dimulai menjadi tenaga pengajar di salah satu sekolah yang ada di Malang. 

Selain memiliki latar belakang menjadi tenaga pengajar, Lathifah juga menjadi anggota DPR-RI selama dua periode yang didalamnya Lathifah juga konsen dalam pengembangan pendidikan di Malang Raya. "Konsen pada pengembangan pendidikan di Malang Raya dengan menurunkan berbagai program, diantaranya Program Indonesia Pintar (PIP) yang sudah menyasar ratusan ribu siswa di Malang," pungkasnya.