Rektor UIN Malang Prof Dr Abdul Haris MAg (Foto: Ima/MalangTIMES)
Rektor UIN Malang Prof Dr Abdul Haris MAg (Foto: Ima/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Sudah berbulan-bulan lamanya Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim  (UIN Maliki) Malang melakukan berbagai persiapan untuk menyambut asesmen sertifikasi The ASEAN University Network-Quality Assurance (AUN-QA). Kali ini, tibalah opening ceremony asesmen berstandar akreditasi internasional tersebut secara daring, Senin (19/10/2020).

"Ini opening ceremony terkait dengan visitasi oleh AUN-QA, melibatkan para pimpinan mulai rektor, wakil rektor, dan para dekan yang prodinya divisitasi, kaprodi, dan tim," ujar Rektor UIN Malang, Prof Dr Abdul Haris MAg.

Baca Juga : Dapat Dana The Saudi Fund for Development, Dosen Bahasa UIN Malang Genjot Penelitian

LOpening ceremony ini dikatakan rektor masih secara umum, yang nantinya akan melibatkan kemahasiswaan, ma'had, Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (PTIPD) UIN Malang, serta 4 prodi yang mengikuti asesmen sertifikasi ini. Keempat prodi tersebut di antaranya Biologi (Fakultas Saintek), Manajemen (Fakultas Ekonomi), Al-Ahwal Al-Syakhsiyah/Hukum Keluarga Islam (Fakultas Syariah), serta Bahasa dan Sastra Arab (Fakultas Humaniora).

Lantaran sudah melakukan persiapan yang matang, Prof Haris optimistis UIN Malang mendapatkan sertifikat akreditasi AUN-QA ini. "Kalau melihat persiapan, Insya Allah memperoleh sesuai dengan yang diinginkan," kata dia.

Sehingga, dengan demikian, akreditasi AUN-QA akan memperkuat UIN Malang menuju perguruan tinggi islam negeri yang bereputasi internasional. Tak berhenti sampai di sini. Rektor pun akan terus mengupayakan adanya akreditasi-akreditasi insitusi maupun prodi yang bertaraf internasional lain.

"Pengelolaan dan semuanya yang terkait dengan perguruan tinggi UIN Maulana Malik Ibrahim ini nanti standarnya standar internasional," imbuhnya.

Lantaran visitasi AUN-QA dilaksanakan secara online, pihak kampus secara terus-menerus berusaha menyempurnakan jaringan. Sehingga untuk opening ini tidak ada kendala terkait hal itu. Kampus pun siap untuk menyambut pendalaman visitasi ke prodi-prodi hingga hari Jumat nanti.

Adanya pandemi covid-19 ini diakui Haris turut memberikan hikmah lantaran secara tidak langsung memaksa civitas untuk menyesuaikan diri dengan teknologi. Hingga, kata dia, soal teknologi UIN Malang sudah melampaui batas yang sudah ditargetkan.

Baca Juga : Mendikbud Nadiem Gembleng Ribuan Calon Guru Penggerak selama 9 Bulan sebelum Ditugaskan

"Jadi, ada sisi baiknya karena mengalami pandemi covid-19 ini. Jadi, dipaksakan harus menyesuaikan. Jadi lebih cepat ketimbang yang direncanakan," ungkapnya.

Seluruh persiapan telah diupayakan rektor agar UIN Malang menuju perguruan tinggi islam negeri bertaraf internasional. Mulai dari pelayanan, sarana prasarana, hingga kualitas SDM. Dirinya bertekad untuk menghadirkan lembaga pendidikan tinggi yang benar-benar berkualitas.

"Insya Allah dan kita harus ke sana (internasional) karena kita ingin mengelola sebuah lembaga pendidikan tinggi Islam itu harus betul-betul berkualitas," tandasnya.