Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim. (Foto: Kemdikbud)
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim. (Foto: Kemdikbud)

MALANGTIMES - Ribuan guru dinyatakan lulus dalam seleksi Program Guru Penggerak (PGP) yang diselenggarakan oleh  Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Kamis (10/2020). Rinciannya, 147 orang dari 785 fasilitator/instruktur, 614 orang dari 45575 pendamping, serta 2800 orang dari 19218 guru; telah lulus seleksi Program Guru Penggerak (PGP) Angkatan I.

Meski demikian, sebelum resmi menjadi guru penggerak, mereka harus menjalani Program Pendidikan Guru Penggerak (PPGD) selama 9 bulan.

Baca Juga : Kado Terindah Dies Maulidiyah ke-59, Salah Satu Jurnal UIN Malang Terindeks Scopus

Hal ini disampaikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim saat membuka secara resmi PPGP melalui video virtual, Kamis (15/10/2020).

"Ada sembilan bulan lagi sampai Ibu dan Bapak menjadi Guru Penggerak. Sepanjang sembilan bulan ke depan, pembelajaran yang kita jalani merupakan pembelajaran yang bermakna. Pembelajaran yang penuh refleksi. Pembelajaran yang penuh kerendahan hati untuk terus berbenah," katanya.

PPGP ini meliputi pelatihan daring, lokakarya, konferensi, dan pendampingan selama 9 bulan bagi calon Guru Penggerak. Selama program, guru tetap menjalankan tugas mengajarnya sebagai guru.

Program ini bertujuan memberikan bekal kemampuan kepemimpinan pembelajaran dan pedagogi kepada guru sehingga mampu menggerakkan komunitas belajar, baik di dalam maupun di luar sekolah serta berpotensi menjadi pemimpin pendidikan yang dapat mewujudkan rasa nyaman dan kebahagiaan peserta didik ketika berada di lingkungan sekolahnya masing-masing.

Ia berharap, para calon guru penggerak terbuka dalam proses belajar ini sehingga hasilnya akan maksimal. "Sampaikan semua tantangan, keberhasilan sekecil apapun, kebingungan yang dihadapi. Berbagilah setiap kebahagiaan atas perubahan-perubahan yang dialami," tuturnya.

PPGP didesain dengan menggunakan pendekatan andragogi dan Blended Learning selama sembilan bulan. Program tersebut didesain untuk mendukung hasil belajar yang implementatif berbasis lapangan.

Untuk itu, sebanyak 70 persen kegiatan dilakukan dalam bentuk On-the-Job Training di mana guru sebagai peserta PPGP tetap bertugas mengajar dan menggerakkan komunitas di sekolah.

Selanjutnya, 20 persen kegiatan dirancang dalam bentuk kegiatan belajar bersama rekan sejawat dan 10 persen sisanya dilakukan dalam bentuk pembelajaran bersama narasumber, fasilitator, dan pendamping.

Baca Juga : Guru Besar UIN Malang Ungkap Tingginya Angka Kriminalitas dan Perceraian di Masa Pandemi

Nadiem pada kesempatan ini mengingatkan, setiap orang adalah guru sekaligus murid. Untuk itu, teruslah mencoba dan terbuka pada hal baru. Ia menyatakan bahwa calon guru penggerak saat ini sedang menemani belajar murid-murid yang akan mengisi masa depan di mana segala hal baru sangat mungkin banyak terjadi. Ia berpesan agar peserta mampu membiasakan bereksplorasi. "Teruslah mencari cara terbaik untuk diimplementasikan di ruang kelas," imbuhnya.

Dalam sambutannya, ia juga sempat memberi apresiasi kepada calon guru penggerak, pendamping, fasilitator dan instruktur yang telah lulus seleksi PGP. Kelulusan ini, katanya, membuktikan bahwa calon guru penggerak memiliki motivasi yang tinggi karena prosesnya tidak mudah. Butuh determinasi untuk menyiapkan semua persyaratan dan memenuhi proses seleksi.

"Ibu dan Bapak mungkin perlu berjalan puluhan kilometer untuk mendapat jaringan yang stabil agar mampu melakukan wawancara. Banyak yang berguguran dan menyerah dengan prosesnya. Sekali lagi, selamat! Selamat sudah melewati proses yang tidak mudah ini dan menjadi yang terbaik," ucapnya.

Ia menambahkan, proses PPGP ini mungkin tidak nyaman dan mungkin akan ada keraguan, namun ia meminta para guru untuk terus berproses bersama dan terus bergotong royong. "Saling dukung dan saling menyemangati. Cita-cita kita satu: pembelajaran yang berpihak pada murid. Pembelajaran yang memerdekakan," pungkasnya.

Penyelenggara teknis Pendidikan Guru Penggerak akan di laksanakan oleh 6 PPPPTK (P4TK), yaitu P4TK IPA di Kota Bandung Jawa Barat, P4TK PKn dan IPS di Kota Batu Jawa Timur, P4TK Bahasa di DKI. Jakarta, P4TK Penjas dan BK di Kabupaten Bogor Jawa Barat, P4TK Matematika di D.I. Yogyakarta, dan P4TK TK dan PLB di Kota Bandung Jawa Barat.