Kepala Bappeda Kota Malang Dwi Rahayu (Dokumentasi MalangTIMES)
Kepala Bappeda Kota Malang Dwi Rahayu (Dokumentasi MalangTIMES)

MALANGTIMES - Terbukti efektif dalam memberikan pendampingan kepada masyarakat, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Malang kembali merekrut Laskar Perencana. Proses pendaftaran pun sudah dibuka secara umum dan berakhir pada hari ini, Minggu (18/10/2020).

Kepala Bappeda Kota Malang Dwi Rahayu menjelaskan, perekrutan Laskar Perencana kali ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Karena masih dalam kondisi pandemi covid-19, Bappeda Kota Malang  mengundang Laskar Perencana 2020 untuk kembali menjadi Laskar Perencana 2021. Di samping itu, Bappeda mengundang masyarakat yang hendak menjadi bagian dari Laskar Perencana.

Baca Juga : Inspektorat Kabupaten Malang: ASN yang Diduga Membagikan Gambar Paslon Terancam Diberhentikan

 

Perekrutan Laskar Perencana salah satunya juga dilakukan dengan proses wawancara. Untuk menghindari kontak langsung dalam jumlah besar itulah, maka Laskar Perencana yang sebelumnya telah bekerja diundang kembali untuk menjadi Laskar Perencana 2021.

"Namun untuk Laskar Perencana 2020 yang berhalangan menjadi Laskar Perencana 2021, lowongan bisa diisi oleh masyarakat yang berminat dengan mendaftarkan langsung di laman website Bappeda Kota Malang," kata Dwi, Minggu (18/10/2020).

Dwi menjelaskan, sampai dengan saat ini sudah ada 81 berkas lamaran yang sudah masuk kepada Bappeda Kota Malang. Peserta baru nantinya akan diseleksi sebagaimana proses seleksi yang dilakukan tahun sebelumnya. Bedanya, semua proses rekrutmen akan menyesuaikan dengan protokol kesehatan.

"Kebutuhannya 62 Laskar Perencanaan, terdiri dari 5 Laskar Peremcana tingkat kecamatan dan 57 Laskar Perencana tingkat kelurahan," ungkapnya.

Lebih jauh Dwi menjelaskan, perekrutan Laskar Perencana dilakukan lantaran pelaksanaan musyawarah perencanaan pembangunan di tingkat kelurahan (musrenbangkel) dan kecamatan (musrenbangcam), yang merupakan salah satu tahapan penyusunan dokumen perencanaan pembangunan daerah dengan pendekatan partisipatif dan pendekatan top down-bottom up, akan dilaksanakan dalam waktu dekat.

Selain itu, berdasarkan pengalaman  sebelumnya, masih ada beberapa kelurahan dan kecamatan yang membutuhkan pendampingan. Terutama saat akan mengunggah usulan dalam aplikasi, yang selama ini masih terjadi kesalahan dan membuat tim harus bekerja dua kali. Dengan adanya Laskar Perencanaan, masyarakat pun merasa terbantu.

Baca Juga : Kebijakan Umum Anggaran 2021 Pemkot Malang Disahkan, Fraksi PKS Soroti Beberapa Hal Ini

 

Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, setiap Laskar Perencana nantinya akan bekerja saat masa pra-musrenbang. Mereka akan mendampingi seluruh masyarakat untuk mendapatkan usulan yang maksimal dan berkualitas.

Laskar Perencana juga dituntut untuk bisa memancing keterlibatan peserta dalam semua proses musyawarah. Selanjutnya usulan dapat selaras dengan regulasi dan arah kebijakan pemerintah dan daerah.

Laskar Perencana harus memenuhi beberapa kriteria. Di antaranya adalah memiliki rekam jejak untuk pendampingan masyarakat. Selain itu, wawasan Laskar Perencana terkait pembangunan Kota Malang juga harus teruji.

Dengan begitu, melalui pendampingan tersebut, komitmen pembangunan pemerintah akan selaras dengan pemikiran masyarakat. Sehingga, tidak ada lagi pendapat dari masyarakat yang memandang sebelah mata proses musrenbang.