Pembelajaran uji coba tatap muka di SMKN 2 Kota Batu. (Foto: istimewa)
Pembelajaran uji coba tatap muka di SMKN 2 Kota Batu. (Foto: istimewa)

MALANGTIMES - Kota Batu telah turun status dari zona merah menjadi zona oranye Covid-19. Dengan tingkat risiko sedang, kondisi di beberapa wilayah dinilai relatif aman untuk pelaksanaan pendidikan di sekolah secara tatap muka.

Hingga saat ini, pembelajaran tatap muka atau luring di tingkat SMA, SMK, dan Sekolah Luar Biasa (SLB) masih terbatas dan berlangsung di tiga sekolah. Melihat Kota Batu masuk dalam zona oranye atau risiko sedang, beberapa sekolah berencana untuk mengajukan pembelajar luring.

Baca Juga : Cegah Pelajar Ikut Demo, Jam Belajar Daring di Kota Batu Dimundurkan

“Berikutnya sekolah lain akan mengajukan luring karena sesuai dengan edaran menteri kalau zona sudah oranye atau kuning bisa dilakukan luring, SMK khususnya bisa melakukan tatap muka,” kata Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK Kota Batu, Joko Santoso.

Ia menjelaskan, pembelajar luring di Kota Batu masih berjalan di tiga sekolah yang ditunjuk Cabdin Pendidikan Provinsi Jatim wilayah Kota Malang dan Batu sejak 20 Agustus 2020. Yakni di SMA Al Izzah, SMKN 2 Batu,dan SLB Negeri Batu.

“Pembelajaran luring yang berlangsung di tiga sekolah itu menerapkan protokol kesehatan dengan pembatasan jumlah siswanya untuk masing-masing jurusan,” imbuhnya, Sabtu (17/10/2020).

Karena itu kondisi Kota Batu pada zona oranye, pihaknya akan mengajukan pembelajaran luring kepada Cabdin Pendidikan Provinsi Jatim wilayah Kota Malang dan Batu. Selain itu, pihaknya juga akan meminta izin kepada gugus Covid-19 di Kota Batu.

“Kita masih mulai mengajukan Senin besok ini sambil menunggu izinnya pada cabdin Pendidikan Provinsi Jatim wilayah Kota Malang dan Batu. Dan jika di acc kita laksanakan, jika belum reschedul ulang,” jelas pria yang juga Kepala SMKN 1 Kota Batu ini.

Baca Juga : Mendikbud Nadiem Gembleng Ribuan Calon Guru Penggerak selama 9 Bulan sebelum Ditugaskan

Menurutnya, ke depan pembelajaran luring jika disetujui tidak jauh beda dengan tiga sekolah yang lebih dahulu mengikuti tatap muka. Yakni dalam satu jurusan, satu kelas diisi 10 orang.

“Per sekolah uji coba siswanya 1 jurusan 10 orang dan gak banyak dan tentunya juga gilir, karena masih di tengah pandemi Covid-19. Semoga pengajuan pembelajaran luring bisa di acc,” tutupnya.