KPM saat antre menerima BPNT. (Hendra Saputra)
KPM saat antre menerima BPNT. (Hendra Saputra)

MALANGTIMES - Banyak pantauan yang dilakukan Dinas Sosial dan Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos-P3AP2KB) Kota Malang di masa pandemi covid-19.

Selain terus mengawal bantuan beras,  Dinsos-P3AP2KB) Kota Malang juga terus memantau keluarga penerima manfaat (KPM) yang menerima bantuan pangan non-tunai (BPNT). Kedua jenis bantuan itu dari Kementerian Sosial (Kemensos).

Baca Juga : Angka Perceraian di Kota Malang Tinggi, Apa Faktornya?

Khusus masyarakat yang dikategorikan kurang mampu, Kementerian Sosial memberikan bantuan uang melalui program bantuan pangan non-tunai  yang disalurkan melalui bank. Dalam hal ini, Dinsos-P3AP2KB Kota Malang memantau penyalurannya.

"Setelah memantau beras bantuan dari Kemensos, kami sekarang juga fokus untuk memantau BPNT yang disalurkan melalui bank," kata Kepala Dinsos-P3AP2KB Kota Malang Penny Indriani.

BPNT tersebut adalah uang sejumlah Rp 500 ribu kepada KPM setiap bulan melalui mekanisme akun elektronik yang digunakan hanya untuk membeli bahan pangan di pedagang bahan pangan atau e-warong yang bekerja sama dengan bank.

"Kami berharap dengan bantuan tersebut, masyarakat bisa terbantu di masa pandemi covid-19. Bantuannya  Rp 500 ribu dan disalurkan melalui bank," kata Penny.

Baca Juga : Tarif Masih Rendah, Evaluasi Retribusi Umum Diharapkan Tak Hanya Fokus PAD

Sebelumnya, Dinsos-P3AP2KB Kota Malang pada bulan Agustus dan September lalu telah mendistribusikan beras tahap pertama kepada 10.105 KPM program keluarga harapan (PKH). Wujudnya sejumlah 30 kilogram beras dari Kemensos.