Kabid Penataan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup DLH Kota Malang, Rahmat Hidayat. (Foto: Hendra Saputra/MalangTIMES)
Kabid Penataan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup DLH Kota Malang, Rahmat Hidayat. (Foto: Hendra Saputra/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Lomba Kampung Bersih, Sehat, Indah, Asri dan Rapi (Bersinar) yang diselenggarakan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang di tahun 2020 ini berbeda dengan sebelumnya. Pasalnya, tahun ini Kampung Bersinar digelar saat wabah Covid-19 masih belum tuntas. 

Selain itu, indikator penilaian paling besar tahun ini yakni dalam pengolahan sampah. Juri juga akan menilai soal upaya dan inovasi warga dalam mencegah penyebaran Covid-19. 

Baca Juga : Tanam 10 Ribu Pohon di 19 Titik, Peringatan HUT ke-19 Kota Batu Hijaukan Jalan Protokol

 

Dari sisi durasi lomba juga berbeda. Sebelumnya, lomba Kampung Bersinar digelar dengan jangka waktu satu tahun karena membutuhkan penilaian yang cukup panjang. Namun, saat ini DLH Kota Malang harus memangkas waktu sehingga kegiatan tersebut tetap bisa digelar meski harus dengan menerapkan protokol kesehatan ketat.

“Berbeda dengan sebelumnya, tahun ini karena ada pandemi sehingga ada inovasi dalam pencegahan wabah Covid-19. Itu salah satu yang masuk inovasinya,” ungkap Kepala Bidang (Kabid) Penataan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup DLH Kota Malang, Rahmat Hidayat, Jumat (16/10/2020). 

"Dan indikator paling besar pengolahan sampah, kenapa begitu? Karena target kita itu 35 persen pengurangan sampah di tahun 2025," lanjutnya.

Menurut Rahmat, lomba Kampung Bersinar saat ini diperkirakan akan selesai 1 sampai 1 setengah bulan mendatang. Seperti diketahui, Lomba Kampung Bersinar sudah mulai diselenggarakan pada 5 Oktober 2020 kemarin. 

"Untuk penilaian itu tetap menggunakan protokol kesehatan, waktunya dipercepat. Dulu satu tahun, tahun ini dipercepat 1 sampai 1 setengah bulan, mungkin November 2020 sudah selesai," kata Rahmat.

Sebelum menggelar lomba Kampung Bersinar, Rahmat mengaku pihaknya telah melakukan sosialisasi melalui webinar. Hal itu dilakukan karena DLH Kota Malang sendiri menghindari mengumpulkan orang dengan jumlah banyak. 

"Sosialisasi kami pakai webinar pada September lalu, tapi antusias warga cukup tinggi," ucap Rahmat.

Baca Juga : Antisipasi Bencana Hydrometeorologi, Pjs Bupati Malang Tinjau Kesiapan Tim Gabungan

 

Di sisi lain, Rahmat menilai peserta lomba Kampung Bersinar tahun ini cukup kompetitif. Pasalnya, banyak sekali masyarakat yang melakukan aktivitas di rumah sehingga berimbas pada lingkungan sekitarnya.

"Ada kampung yang saat ini memang menonjol, seperti di Tulusrejo, Arjawinangun dan Cemoro Kandang. Ada juga beberapa yang menurun, kalau dulu kan merata. Bahkan baru ikut justru antusiasnya luar biasa, yang sudah lama ini semangatnya mulai kendor. Mungkin ini ya, kami menganggap kampung yang kendor ini karena mereka menganggap hadiahnya tidak seberapa dan pekerjaannya berat begitu," ungkapnya.

Terkait dengan penghijauan, menurut Rahmat memang saat ini ruang penghijauan untuk publik terbatas. Dan dengan lomba Kampung Bersinar itu pihaknya ingin melakukan perluasan di kawasan kampung meski dengan skala kecil. 

"Karena ini waktu pandemi, memang ini untuk ketahanan pangan juga kan, orang bisa menanam sayur, jadi bisa memanfaatkan yang ada,  ini juga kita angkat," jelasnya.