Deputi Bidang Pelayanan Publik, Kemenpan RB, Diah Natalisa (depan, tengah) saat melakukan kunjungan di Anusapati Pringgitan Pendopo Agung (Foto: Ashaq Lupito/ MalangTIMES)
Deputi Bidang Pelayanan Publik, Kemenpan RB, Diah Natalisa (depan, tengah) saat melakukan kunjungan di Anusapati Pringgitan Pendopo Agung (Foto: Ashaq Lupito/ MalangTIMES)

MALANGTIMES - Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) melakukan kunjungan kerja ke lingkungan Pemkab (Pemerintahan Kabupaten) Malang, Selasa (13/10/2020) siang.

Dari pantauan media online ini, sesaat setelah mendarat di Bandara Abdulrachman Saleh, Deputi Bidang Pelayanan Publik, Kemenpan RB, Diah Natalisa, beserta rombongan bergegas menuju ke ruang Anusapati, Pringgitan Pendopo Agung Kabupaten Malang untuk melakukan peninjauan.

Baca Juga : Sebut Omnibus Law Bagus Secara Tata Kelola, ini Penjelasan Plt Ketua DPRD Kabupaten Malang

”Kita melakukan beberapa kunjungan ini bertujuan untuk melihat penyelenggaraan pelayanan publik di lingkungan pemerintah (Kabupaten Malang). Jadi kita lakukan kunjungan seperti biasa, tiap tahun kita lakukan,” kata Diah saat ditemui di sela agenda kunjungan di ruang Anusapati, Selasa (13/10/2020).

Menurut Diah, sejauh ini reformasi birokrasi pelayanan publik di Kabupaten Malang sudah berjalan dengan baik. Namun pihaknya tidak memungkiri jika masih ada beberapa poin yang harus dievaluasi dan ditingkatkan lagi.

”Dari hasil evaluasi pelayanan publiknya sudah oke, sudah baik. Tapi kami kan terus berupaya supaya menjadi lebih baik sehingga pelayanan prima dapat tercapai,” ungkapnya.

Dikatakan sudah baik tersebut, dijelaskan Diah, dikuatkan dengan adanya inovasi yang diluncurkan oleh Pemkab Malang di sektor pelayanan publik. Bahkan dari hasil monitoring Kemanpan RB, gagasan inovasi dari Kabupaten Malang pernah masuk Top Inovator dalam penyelenggaraan inovasi publik.

”Inovasinya (di Pemkab Malang, red) juga sudah mumpuni, ada 4 inovasi yang sudah masuk pada top inovator dalam penyelenggaraan kompetisi inovasi publik sampai dengan tahun 2018 lalu,” ucap Diah.

Dijelaskan Diah, beberapa inovasi pelayanan publik dari Pemkab Malang yang masuk Top Inovasi itu terjadi sejak 2015 hingga 2018. ”Kami terus mendorong agar muncul lagi inovasinya, karena 2019 kemarin belum ada yang menang. Kami sangat berharap di tahun 2020 ini akan ada inovasi baru lagi. Kami juga sedang melakukan persiapan untuk penyelenggaraan kompetisi inovasi pelayanan publik, agar juga bisa diikutsertakan dalam berbagai trobosan,” terang Diah.

Baca Juga : ASN Bagikan Gambar Paslon, Inspektorat Tunggu Keputusan Pemeriksaan Bawaslu

Sebagai saran, Diah meminta kepada Pemkab Malang agar lebih jeli dan selektif guna mengembangkan inovasi terhadap pelayanan publik. Menurutnya, jika inovasi sudah dilaksanakan selama minimal setahun, maka sudah bisa diikutsertakan dalam penyelenggaraan inovasi pelayanan publik, yang diadak oleh Kemenpan RB.

”Kami yakin sudah ada banyak kreativitas dan terobosan dalam bidang pelayanan publik, kami mohon inovasi itu bisa dishare dalam kompetisi inovasi pelayanan publik. Tidak hanya di Malang, tapi hal positif itu juga dapat disebarluaskan ke seluruh wilayah di Indonesia. Sehingga akselerasi peningkatan pelayanan publik bisa tercapai,” pungkasnya.

Sebagai informasi, dalam kunjungan Kemenpan RB hari ini (Selasa 13/10/2020) Forkopimda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah) Kabupaten Malang mulai dari Pjs (Pejabat sementara) Bupati Malang Sjaichul Ghulam, Kapolres Malang AKBP Hendri Umar, dan para jajaran OPD (Organisasi Perangkat Daerah) Kabupaten Malang juga turut mendampingi.

Selain ke Pringgitan Pendopo Agung, Deputi Bidang Pelayanan Publik, Kemenpan RB, Diah Natalisa juga akan melakukan evaluasi peninjauan di Polres Malang, kawasan ekonomi khusus (KEK) Singhasari, dan beberapa kantor kedinasan di Pemkab Malang.