Hutan Jati Tulupari Tiris. (Foto: Imron Maulana/ProbolinggoTimes)
Hutan Jati Tulupari Tiris. (Foto: Imron Maulana/ProbolinggoTimes)

MALANGTIMES - Musim gugur kerap menyuguhkan pemandangan elok tersendiri. Pepohonan dengan daun yang menguning, cokelat, dan merah menjadi pemandangan memikat.

Ya, suasana musim gugur sudah barang tentu menjadi suasana yang sangat Instagramable untuk diabadikan. Sayangnya, musim gugur hanya terjadi di negara-negara empat musim seperti Korea, Jepang, Eropa, dan lainnya.

Baca Juga : Jajaran Bunga Hortensia di Taman Bumiaji Sambut Wisatawan Berlibur di Kota Batu

Namun, masyarakat di negara tropis seperti Indonesia pun masih bisa menikmati keindahan alam musim gugur. Tak perlu jauh-jauh sampai ke Negeri Ginseng hanya untuk berfoto dengan latar suasana musim gugur yang indah. 

Warga Probolinggo, kini bisa menemukan suasana serupa yang tak kalah menarik, yaitu di hutan jati Desa Tulupari, Kecamatan Tiris. Kawasan hutan jati yang satu ini kini tengah viral di media sosial. 

Banyak warganet yang menjadikan hutan jati tersebut sebagai lokasi foto-foto untuk mempercantik tampilan feed Instagram. Pasalnya, dedaunan jati mengering dan berguguran terlihat mirip suasana musim gugur di Korea.

Untuk bisa sampai ke kawasan hutan jati ini, hanya perlu berkendara sekitar 30 kilometer dari pusat Kota Kraksaan. Tidak jauh kok, butuh waktu sekitar 45 menit di perjalanan.

Ribuan batang pohon jati yang tingginya sudah mencapai 15 hingga 20 meter berjejer rapi di hutan ini. Di musim kemarau ini, seluruh dedaunan pohon jati tengah meranggas dan jatuh ke tanah. 

Hal ini membuat ribuan pohon memperlihatkan rangkaian batang dan rantingnya, yang kalau diperhatikan lebih seksama, bagaikan lukisan alam.

Hamparan dedaunan jati yang telah kering pun tak kalah indahnya. Bak permadani cokelat, hamparan daun kering tersebut seolah tak putus hingga ke ujung hutan.

Terlebih, tak ada ilalang atau rumput yang tumbuh di tanah. Sehingga, hamparan permadani tersebut tampak sempurna dan tertata rapi di antara pohon jati satu dengan yang lainnya.

Lukman (23), pemuda setempat, mengatakan hampir setiap hari terlihat orang-orang yang sengaja datang dari jauh untuk sekadar berfoto di antara pohon-pohon jati yang tengah meranggas tersebut. Bahkan, menurutnya tak sedikit pasangan muda-mudi yang nampaknya akan segera menikah, memilih lokasi tersebut untuk keperluan foto prapernikahan mereka.

Baca Juga : Demi Menjaga Mata Air, Wisata Alaska di Kota Batu Akhirnya Diberhentikan

’’Foto prewedding gitu. Sekarang sering banget di sini,” ujarnya saat ditemui ProbolinggoTIMES, di lokasi hutan jati Tulipari, Selasa (13/10).

Tak hanya di dalam hutan jati ini. Bila sedang tak ada kendaraan melintas, badan jalan yang membelah kawasan hutan jati itu juga sering digunakan sebagai spot berfoto.

Lukman yang saat ini sedang melanjutkan kuliah di Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Zainul Hasan juga kerap diminta mengantarkan rekannya ke lokasi itu untuk berfoto selfie atau swafoto.

’’Orang yang ingin berfoto di kawasan ini semakin banyak saat akhir pekan, Sabtu-Minggu gitu ramai sekali,” tuturnya.

Sementara, Erwin (21), salah seorang warga Paiton mengaku sengaja datang jauh karena temannya yang sebelumnya telah mengunggah foto-foto ketika ada di kawasan hutan jati ini.

“Asyik juga kayak di luar negeri gitu, kayak musim gugur. Menarik, pohon gugur justru bisa menjadi spot foto yang bagus. Saya berharap hujan jati ini dapat dikembangkan dan bisa menjadi objek wisata di Probolinggo ini," pungkasnya.