Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko saat melakukan audiensi bersama perwakilan masa aksi damai di ruangannya Balai Kota Among Tani Kamis (24/9/2020). (Foto: Humas Pemkot Batu))
Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko saat melakukan audiensi bersama perwakilan masa aksi damai di ruangannya Balai Kota Among Tani Kamis (24/9/2020). (Foto: Humas Pemkot Batu))

MALANGTIMES - Gejolak atas keberadaan objek Wisata Alaska (Alas Kasinan) di Hutan Lindung Kasian, Desa Pesanggarahan Kecamatan Batu, langsung direspons Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko. Dewanti minta perwakilan masa untuk melakukan audiensi hari itu juga, Kamis (24/9/2020) di ruangannya Balai Kota Among Tani. Hasilnya, kegiatan pariwisata di Wsiata Alaska (Alas Kasinan) pun dihentikan. 

Kepala Bagian Humas Pemkot Batu Santi Restuningsasi mengatakan, hasilnya Pemkot Batu dan Perhutani sejak audiensi dengan warga Desa Pesanggrahan, Kecamatan Batu telah menyetujui untuk menghentikan kegiatan pengelolaan wisata Alaska.

Baca Juga : Peringati Hari Peduli Sampah Nasional, Pemkot Batu Turun Langsung ke Masyarakat Gelar Kegiatan Kreatif Ini

 

“Dan dibuktikan dengan surat dari administrator madya/KKPH Malang regional Jawa Timur nomor 610/HPPKP/Mlg/Divre-Jatim pada 24 September 2020 kepada kepala pengelola Alaska pada intinya agar menghentikan segala kegiatan pengelolaan wisata, dan akan meninjau kembali perjanjian yang dilaksanakan antara Perhutani dan Alaska,” ucapnya.

Kemudian penghentian dimaksud sudah tertuju oleh pengelola Alaska dan dinyatakan sampai saat ini tidak ada aktivitas apapun di lokasi Alaska. “Dari hasil audiensi pada 9 September Pemkot Batu telah melakukan inisiatif untuk melaksanakan penghijauan dan pembersihan sekitar lokasi Alaska yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Batu dan elemen masyarakat pada 11 September 2020” tambah Santi.

Mengingat lokasi Alaska di wilayah Perhutani Malang lanjutnya, maka Pemkot Batu memiliki peran memediasi atau memfasilitasi agar permasalahan dapat diselesaikan secara musyawarah. Pemkot Batu saat ini bersama Perumdam Among Tirto dan Himpunan Penduduk Pemakai Air Minum (Hippam) se-Kota Batu sedang melaksanakan sosialisasi. “Selain sosialisasi juga kajian teknis di seluruh sumber mata air di Kota Batu tujuannya untuk mengumpulkan data kualitas air,” imbuh warga Kelurahan Temas ini.

Dengan adanya kajian itu,sebagai data agar kedepan diharapkan akan menjadi dasar dalam pengambilan keputusan, baik berupa peraturan daerah atau peraturan lainnya yang nantinya akan dipergunakan untuk pelayanan air minum warga. 

Baca Juga : Tahun Baru di Kota Wisata Batu, Sejumlah Jalan Ditutup Mulai 16.00 WIB

 

Untuk diketahui, aksi damai itu dilakukan oleh puluhan masa yang mengatasnamakan Gerakan Bersama Rakyat Kasinan (GEBRAK) dilakukan karena Pemkot Batu dianggap tidak tanggap. Pemkot Batu dinilai tidak bergerak cepat dalam melindungi sumber mata air di kawasan hutan lindung Alas Kasinan, Dusun Srebet, Desa Pesanggarahan, Kecamatan Batu.