Personel Satgas DPUPRPKP saat melakukan normalisasi saluran drainase di Jalan Raya Arjowinangun (Anggara Sudiongko/ MalangTIMES)
Personel Satgas DPUPRPKP saat melakukan normalisasi saluran drainase di Jalan Raya Arjowinangun (Anggara Sudiongko/ MalangTIMES)

MALANGTIMES - Satgas Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang, kembali terjun ke lapangan melakukan normalisasi saluran drainase di Kota Malang. Hal ini sebagai persiapan menyambut musim hujan agar nantinya tidak terjadi banjir atau genangan di lingkungan masyarakat.

Kali ini Selasa (6/10/2020), 12 personel Satgas DPUPRPKP Kota Malang melakukan normalisasi saluran drainase di kawasan Jalan Raya Arjowinangun, Kelurahan Arjowinangun, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, yang dilaporkan oleh warga ke DPUPRPKP Kota Malang.

Baca Juga : Urusan Sedot Lumpur Tinja, UPT PAL Sudah Punya Jadwal ke Rumah-Rumah

Laporan warga lantaran saluran drainase tersebut setiap kali hujan, airnya selalu meluap meluber ke jalan hingga mengganggu aktivitas masyarakat.

Setelah tim Satgas DPUPRPKP mendatangi lokasi saluran drainase yang dikeluhkan, para personel langsung berupaya mencari penyebab meluapnya saluran drainase.

Di situ personel Satgas langsung masuk ke dalam saluran drainase dan mendapati jika terjadi penyumbatan pada gorong-gorong. Penyebab penyumbatan, setelah tim Satgas berupaya melakukan normalisasi, disebakan oleh adanya batu-batu besar yang tertahan pada gorong-gorong.

"Ya itu akibat batu-batu besar, entah gimana bisa masuk, akhirnya sampah-sampah menyangkut dan membuat saluran buntu. Untuk mengambil batu tadi, bahkan harus menggunakan tongkat panjang dimasukkan gorong-gorong untuk menarik batu dan sampah. Selain itu, penyebabnya juga karena ada sedimentasi," ungkap Kepala DPUPRPKP Kota Malang, Hadi Santoso, melalui Koordinator Satgas Hari Widodo.

Baca Juga : Kabupaten Malang Berpotensi Diterjang Tsunami, Begini Penjelasan BMKG dan BPBD

Untuk mengantisipasi itu, pihaknya memberikan saran, agar sebelum saluran gorong-gorong, diberikan sebuah drill besi untuk menghalau sampah-sampah sehingga tidak masuk ke dalam saluran gorong-gorong serta ketika akan membersihkan saluran tersebut akan jauh lebih mudah.

"Dulu saluran ini sudah pernah dibersihkan. Di sini memang langganan titik yang sering mengalami luapan. Harusnya dikasih drill sehingga sampah nggak masuk. Dulu sering ditemukan Pampers di sini, tapi sekarang sudah jarang," pungkasnya.