Sutiaji memukul gong meresmikan dimulainya Pekan Budaya Daerah Kota Malang. (Foto: Ima/ MalangTIMES)
Sutiaji memukul gong meresmikan dimulainya Pekan Budaya Daerah Kota Malang. (Foto: Ima/ MalangTIMES)

MALANGTIMES - Suasana Taman Krida Budaya Jawa Timur hari ini (Rabu, 30/9/2020) tampak berbeda. Berbagai produk kesenian dipamerkan, mulai dari kain batik, payung lukis, kaos lukis, busana kain lurik, gambar hasil karya anak-anak, dan masih banyak lagi. Sekitar pukul 10.00 WIB, Wali Kota Malang Sutiaji datang ke sini.

Ternyata, pameran ini merupakan bagian dari Pekan Kebudayaan Daerah (PKD) Kota Malang yang digelar oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang. PKD digelar selama dua hari, 30 September hingga 1 Oktober 2020.

Baca Juga : Taati Aturan, Disdikbud Utamakan Kesehatan dan Keselamatan Keluarga Besar Pendidikan

 

Sebelum memasuki area pameran, para undangan, termasuk Sutiaji, wajib mencuci tangan terlebih dahulu dengan sabun yang semuanya memakai mesin otomatis. Jadi kesterilan tetap terjaga. Selain itu, para pengunjung juga mengecek suhu badannya melalui alat pengecek suhu badan otomatis. Mereka semua wajib menggunakan masker medis 3 multiply atau masker kain 2 multiply. Untuk undangan yang memakai masker scuba dilarang masuk.

Disampaikan Kepala Disdikbud, Zubaidah dalam laporannya, selain pameran, kegiatan tersebut melibatkan pagelaran seni dan budaya yang akan diikuti oleh beberapa sanggar dan Paguyuban Peminat Seni Tradisi (PPST) se-Kota Malang.

"Maksud dan tujuan yaitu kebudayaan adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan cipta rasa, karsa, dan seluruh hasil karya masyarakat, seniman, budayawan, pendidikan dapat diaktualisasikan dalam sebuah wadah kegiatan dan juga meningkatkan keanekaragaman dan kekayaan budaya Kota Malang melalui diplomasi dan promosi budaya," paparnya.

Kegiatan hari ini diawali dengan seminar yang akan diikuti 50 peserta, baik dari guru maupun seniman. Narasumber seminar di antaranya Syarifuddin (Kurator Museum Panji), Delta Yusnala Raharja (Ketua Umum Event Owners Indonesia), dan Didit Prasetyo Nugroho SSn MSn (Dosen Prodi Desain Komunikasi Visual Fakultas Sains dan Teknologi Ma Chung).

Di hari Rabu ini juga terdapat pertunjukan Wayang Sandosa persembahan Sanggar Taruna Krida, perform dari Yudi Prata, dan Jaran Pegon Malangan persembahan Sanggar Anggoro Kasih Sanjoyo. Selain itu juga Mocopat, Tari Topeng Wayang Jekdong dan Ludrukan Malangan persembahan Sanggar Padhaka Nusantara.

Sementara di hari Kamis (1/10/2020), terdapat pagelaran Karawitan Malangan dari PPST, Seni Budaya dari PPST, Seni Budaya dari Dewan Kesenian Malang (DKM), diakhiri dengan guest star yaitu Denny Caknan dan Cak Percil featuring Guyon Maton.

"Di samping itu juga ada pameran-pameran yang telah disaksikan di depan," imbuhnya.

Dikatakan perempuan berjilbab ini, PKD merupakan awal kegiatan Pekan Budaya Nasional.

Baca Juga : Sudah Ada Seragam Gratis, Wali Murid di Jombang Malah Dipaksa Beli Seragam

"Hasil yang diharapkan, Kota Malang mempunyai keberagaman budaya yang timbul dari proses sedemikian rupa sehingga memiliki warisan budaya yang mengakar kuat dan juga penemuan tertuang dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat," tandasnya.

Senada dengan Zubaidah, Kabid Kebudayaan Disdikbud Kota Malang, Andayun Sri A menjelaskan bahwa PKD adalah awal dari kegiatan yang nantinya akan disambung dengan kegiatan Pekan Kebudayaan Nasional.

"Kalau untuk sebuah festival tentunya ini juga merupakan audisi di mana sanggar yang berpotensi akan kita tampilkan kembali pada Pekan Kebudayaan Nasional. Kami ingin melihat penampilan seni budaya lokal Kota Malang yang nanti akan kita godok kembali untuk ditampilkan di Pekan Kebudayaan Nasional," paparnya.

Ditegaskan Andayun, acara PKD Kota Malang ini digelar dengan pembatasan. Maka dari itu, yang dapat datang hanyalah yang telah diundang saja. Di lokasi juga melaksanakan protokol kesehatan dengan ketat. Untuk itu, masyarakat umum tidak bisa menonton pagelaran serta guest star Denny Caknan dan Cak Percil secara langsung.

"Masyarakat luar tidak bisa kalau tidak ada undangan, karena nanti membludak, berkerumun, berkumpul. Jadi masyarakat mungkin di rumah saja, bisa melihat melalui YouTube," pungkasnya.

Masyarakat dapat menyaksikan PKD Kota Malang ini melalui channel YouTube P&K KOTA MALANG dan bonaTV.