Seragam sekolah gratis dari Pemkab Jombang. (Foto : Dokumentasi JombangTIMES 2019)
Seragam sekolah gratis dari Pemkab Jombang. (Foto : Dokumentasi JombangTIMES 2019)

MALANGTIMES - Di tengah himpitan ekonomi yang sulit saat masa pandemi Covid-19, wali murid harus dipusingkan dengan membeli seragam sekolah untuk anaknya. Padahal, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang telah mengadakan program seragam gratis untuk siswa SD/MI dan SMP/MTs negeri maupun swasta.

Hal itu membuat wali murid, misalnya SP (34) mengeluhkan seragam sekolah yang harus beli untuk anaknya yang baru masuk kelas VII di MTsN 11 Jombang. Warga Kecamatan Bareng itu menyebut, pembelian seragam diwajibkan oleh pihak sekolah. Hal itu dia sesalkan karena dirinya sudah dapat seragam gratis dari Pemkab Jombang, dan kini harus membeli lagi seragam dari sekolah.

Baca Juga : Terobosan, MIN 2 Malang Launching PTSP dan Minimarket dalam Sekolah

"Ini sangat memberatkan, sebab kami sudah menerima seragam dari Pemkab secara gratis. Tapi ini kok harus mengeluarkan uang lagi secara pribadi untuk membeli seragam dari sekolah," ujarnya kepada wartawan.

Harga seragam pun cukup memberatkan wali murid. Untuk satu paket seragam putih-biru, pramuka dan seragam batik, wali murid harus mengeluarkan uang Rp 815 ribu hingga Rp 1,1 juta. Pembelian seragam itu untuk para siswa baru tahun ajaran 2020/2021, atau siswa kelas VII.

Proses pembeliannya pun dirasa cukup ganjal. Dikatakan SP, wali murid tidak diberikan kuitansi oleh pihak sekolah saat membeli seragam.

"Semua seragam. Pada waktu dikumpulkan itu kita diberitahu pihak sekolah jika yang mendapat seragam gratis dari Pemkab hanya seragam olahraga, jadi kita kemudian beli. Itu disampaikan secara lisan, tidak tertulis. Pembeliannya juga tidak diberi kuitansi karena boleh dicicil," terang SP.

Sementara, Kepala MTsN 11 Jombang Bambang Setiadi hingga kini, Kamis (24/9/2020), belum bisa dikonfirmasi. Upaya konfirmasi melalui sambungan telepon dan pesan singkat WhatsApp juga tidak direspon.

Untuk diketahui, Pemkab Jombang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan telah menggelontorkan bantuan seragam gratis untuk 45.469. Seragam gratis yang dibiayai melalui APBD Tahun 2020 senilai Rp 14 miliar, diberikan untuk siswa di jenjang SD/MI dan SMP/MTs negeri maupun swasta.

Seragam yang dibagikan berupa potongan kain untuk putih-biru bagi siswa SMP/MTs, putih-merah untuk SD, putih-hijau untuk MI dan kain seragam Pramuka untuk SD/MI dan SMP/MTs.

Rinciannya, siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) yang akan menerima sebanyak 11.048 murid. Kemudian, 8.583 siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) baik negeri maupun swasta. Selanjutnya, sebanyak 14.500 siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) negeri maupun swasta. Serta terakhir kurang lebih 11.338 siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) negeri maupun swasta yang akan menerima program tersebut.

Baca Juga : Bantuan Kuota Internet, Dinas Pendidikan Kota Batu Beri Batas Pendataan hingga 11 September

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang Agus Purnomo, mengaku sudah menyalurkan semua seragam gratis ke sekolah. Bahkan, untuk seragam MI dan MTs ia salurkan melalui Kemenag Jombang.

"Sudah kita salurkan. Malah MTs kita salurkan lebih dulu ketimbang SMP. Seragam kita kasih ke Kemenag. Lalu Kemenag yang membagi ke sekolah," ujarnya saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon.

Dikatakan Agus, ia juga mendengar adanya pengadaan seragam di MTsN 11 Jombang. Namun, ia tidak bisa memberi penjelasan karena bukan wewenang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jombang.

Hanya saja, ia menyayangkan adanya pengadaan seragam oleh pihak sekolah. Hal itu dinilai Agus sangat memberatkan wali murid, terlebih lagi saat ini kondisi ekonomi sulit di masa pandemi Covid-19.

"Kasihan wali murid, kondisinya kayak gini malah dimanfaatkan," pungkasnya.