Ilustrasi (Istimewa).
Ilustrasi (Istimewa).

MALANGTIMES - Dalam sebuah riwayat disebutkan, ada seroang sahabat Rasulullah SAW yang ragu untuk mengikuti jalan jihad Rasulullah SAW. Sahabat itu bernama Abu Khaitsamah, yang tak turut serta saat Rasulullah SAW berangkat bersama sahabat lain menuju Tabuk.

Namun siapa sangka, sahabat Rasulullah SAW tersebut langsung menuju medan perang ketika ia mendapatkan sebuah kenikmatan yang luar biasa. Dia meninggalkan kesenangannya dan memilih mengejar Rasulullah SAW bersama rombongan dengan kecepatan yang luar biasa.

Baca Juga : Berjalan Setelah Alami Kematian, Kisah Mata-Mata yang Terima 90 Luka di Tubuhnya

 

Habib Ali Zaenal Abidin Al Hamid dalam sebuah kajian menyampaikan, ketika Rasulullah SAW menyerukan jihad, saat itu Abu Khaitsamah tengah berada di rumah Rasulullah SAW. Namun Khaitsamah tak langsung mengiyakan seruan Rasulullah SAW. Dia pun berjanji akan menyusul Rasulullah SAW dan muslimin yang berangkat.

Suatu hari, saat Rasulullah SAW dan kaum muslimin menuju perjalanan jihad, Khaitsamah menuju ke rumahnya. Di rumahnya, ia mendapati istrinya memberikan berbagai kesenangan. Mulai dari rumah yang ditata lebih rapi dan sangat sejuk, hingga berbagai hidangan yang sangat lezat.

Saat memasuki rumah yang sejuk dengan segala kenikmatan dan kesenangan itu, Khaitsamah teringat akan Rasulullah SAW yang saat itu tengah berada di bawah terik sinar matahari. Dia juga teringat akan para sahabatnya yang berjuang bersama Rasulullah SAW.

Maka hatinya yang bergejolak itu telah memantapkan niatnya untuk turut serta berjihad. Dia meminta sang istri menata semua makanan dan hidangan sebagai bekal yang cukup untuknya juga Rasulullah SAW dan para sahabat. Maka ia kemudian mengejar Rasulullah SAW dan kaum muslimin dengan kecepatan penuh.

Singkat cerita, dia pun berhasil mengejar Rasulullah SAW dan kaum muslimin yang saat itu sedang dalam peristirahatan. Maka Khaitsamah mendekati Rasulullah SAW dan menceritakan apa yang dia alami hingga ia mantap menyusul Rasulullah SAW berjihad.

Baca Juga : Uban Sudah Mulai Muncul? Kisah Rasulullah, Nabi Daud, serta Nabi Musa Ini Bisa Jadi Pelajaran

 

Kisah tersebut menunjukkan betapa rasa cinta yang dimiliki Khaitsamah kepada Rasulullah SAW sangat luar biasa. Karena dia rela meninggalkan semua kesenangan dan menyusul Rasulullah SAW dan para sahabatnya.

"Karena cara Rasulullah SAW mendidik generasi adalah mengajarkan tiga perkara. Pertama adalah cinta Nabi kamu, cinta ahli keluarga nabimu, dan membaca Al-Qur'an. Ini adalah bagian unsur mendidik yang digunakan Rasulullah SAW," kata Habib Ali Zaenal Abidin Al Hamid.