Ilustrasi (Istimewa).
Ilustrasi (Istimewa).

MALANGTIMES - Dalam ajaran Islam diyakini jika semua akan meninggal dunia dan menuju alam yang lebih kekal, yaitu surga atau neraka. Amal kebaikan dari masing-masing muslim akan menentukan alam kekal yang akan mereka tuju.

Jika amalan selama hidup lebih banyak pada keburukan, maka dia akan merasakan panasnya siksaan api neraka. Namun apabila melakukan kebaikan dan amal saleh, dia akan memanen kebahagiaan dan kehidupan yang lebih kekal di dalam surga.

Baca Juga : Amalan Sederhana Agar Masuk Surga, Rasulullah SAW Sebut Hingga 3 Kali

 

Dalam berbagai riwayat dan juga Al-Qur'an disebutkan jika Allah SWT telah memberikan tanda-tanda kepada umat-Nya agar senantiasa bertaubat dari perbuatannya yang tidak benar. Karena sesungguhnya siksa neraka itu ada. Salah satu tanda-tanda untuk segera bertaubat dan melakukan amal saleh itu adalah munculnya uban pada kepala seseorang.

Ustadz Khalid Basalamah dalam sebuah kajian menyampaikan, peringatan pertama telah tertera dalam ayat-ayat suci Al-Qur'an mengenai kematian juga siksa neraka.

Dalam surat Fathir ayat 37 dijelaskan jika mereka yang diletakkan di neraka berteriak kesakitan. Mereka pun berteriak meminta maaf dan meminta dikeluarkan dan berjanji melakukan amalan saleh. Namun itu sangat mustahil bagi orang yang dimasukkan ke neraka untuk dikeluarkan lagi.

Allah SWT menjawab, “Dan apakah kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berfikir, bagi orang yang mau berfikir.”

Dalam riwayat tentang neraka, Rasulullah SAW pernah berkata jika ahli neraka akan menangis dan saking habis air matanya, akan keluar darah. Namun saat itu semuanya tidak akan pernah berguna. Maka beruntunglah orang yang berakal.

Peringatan itu oleh beberapa ulama disebut telah ada di dalam Al-Qur'an. Dalam riwayat lain disebutkan jika peringatan akan kematian dan segera bertaubat salah satunya dalam bentuk uban di kepala. Karena uban datang kepada seseorang usia tua sebagai tanda meninggalkan masa muda.

Sebuah riwayat menyebutkan tentang malaikat maut yang menemui Nabi Daud dengan wujud manusia, dan Nabi Daud bertanya, “Siapa kamu?”

“Aku adalah makhluk yang tidak takut dengan para raja, tak bisa dihalangi oleh gedung-gedung, dan tidak mau menerima suap.”

"Kalau begitu, kau adalah malaikat maut," kata Nabi Daud.

"Benar," sahutnya.

"Kenapa kamu datang kepadaku, sementara aku belum siap," jawab Nabi Daud.

Maka malaikat maut berkata, “Hai Daud, mana Fulan kerabatmu? Mana Fulan tetanggamu? Mereka semua telah meninggal dunia. Tidakkah kamu mengambil pelajaran dari mereka? Sehingga kamu bersiap-siap?”

Dalam riwayat lain disebutkan jika Nabi Daud sering didatangi malaikat maut. Lalu suatu ketika Nabi Daud berkata, “Kalau engkau suatu saat nanti ingin mencabut ruhku, berikanlah aku pemberitahuan sebelumnya.”

Baca Juga : Amalan Sederhana Agar Masuk Surga, Rasulullah SAW Sebut Hingga 3 Kali

 

Maka lama Nabi Daud tak didatangi oleh malaikat maut. Hingga rambut Nabi Daud beruban dan memutih dan malaikat maut pun datang.

Nabi Daud bertanya, “Kamu datang berkunjung atau mencabut ruhku?”

"Mencabut ruhmu," kata malaikat maut.

“Bukankah saya minta untuk diberikan peringatan?” jawab Nabi Daud.

"Bukankah rambutmu sudah putih semua? Rambutmu sudah beruban? Bukankah badanmu sudah melemah? Bukankah tetanggamu Fulan dan saudaramu Fulan sudah meninggal? Kalau mati datang nggak bisa ditunda, tentu para nabi-nabi punya sedikit pengkhususan," kata malaikat maut.

Begitu pula Nabi Musa, pernah didatangi malaikat maut dalam bentu manusia. Malaikat maut itupun berkata, “Saya diperintahkan untuk mencabut ruhmu.”

Nabi Musa yang tak mengetahui itu memukul malaikat maut yang menyerupai manusia. Maka malaikat maut mengeluh kepada Allah SWT, dan diutuslah kembali malaikat maut untuk menjelaskan kepada Nabi Musa. Maka Nabi Musa pun meminta maaf atas ketidaktahuannya tersebut.

“Hai Musa, Tuhanmu menawarkan. Maukah engkau dipanjangkan umur sampai seribu tahun?” tanya malaikat maut kepada Nabi Musa yang saat itu berusia 120 tahun.

“Sebentar, apa yang akan terjadi setelah seribu tahun?” tanya Nabi Musa.

"Semuanya akan mati," jawab malaikat maut.

"Kalau begitu sekarang saja," kata Nabi Musa.