Ilustrasi (Istimewa).
Ilustrasi (Istimewa).

MALANGTIMES - Berbagai riwayat menyebutkan jika Rasulullah SAW memiliki banyak sahabat yang sangat luar biasa. Salah satu sahabat yang terkenal itu adalah Thalhah bin Ubaidillah. 

Karena keberaniannya yang luar biasa, Thalhah mendapatkan berbagai macam julukan yang diberikan Rasulullah SAW.

Baca Juga : Uban Sudah Mulai Muncul? Kisah Rasulullah, Nabi Daud, serta Nabi Musa Ini Bisa Jadi Pelajaran

 

Sejarah besar diukir oleh Thalhah bin Ubaidillah. Dia pemuda Quraisy yang merupakan saudagar muda. Dia sangat cerdik dan pintar dalam berdagang. 

Thalhah termasuk kelompok pertama yang masuk Islam dan satu di antara 10 sahabat yang mendapatkan kabar bahagia sebagai penghuni surga.

Setelah hijrah ke Madinah, Thalhah selalu berjuang bersama Rasulullah SAW kecuali pada Perang Badar. Saat itu Thalhah bersama Said bin Zaid dikirim Rasulullah SAW untuk bertugas sebagai mata-mata disebuah tempat. 

Meski begitu keduanya tetap ditempatkan sebagai ahli Badar oleh Nabi Muhammad SAW. Thalhah juga mendapat julukan sebagai syahid yang hidup. 

Julukan tersebut diberikan atas keberanian Thalhah melawan musuh dalam Perang Uhud. Dalam kondisi terdesak, Thalhah selalu melawan musuh dan melindungi Rasulullah SAW. Puluhan senjata yang menembus tubuhnya pun sama sekali tak ia pedulikan.

Saat itu, kondisi pasukan muslim pecah belah dan kocar-kacir di sisi Rasulullah SAW. Yang tersisa di sisi Rasulullah SAW saat itu tinggal 12 sahabat, salah satunya adalah Thalhah. 

Maka kaum muslimin yang tersisa termasuk Thalhah tersebut melindungi Rasulullah SAW dan membawa Rasulullah SAW ke atas bukit.

Rasulullah SAW berkata, “Siapa yang berani melawan mereka (kaum musyrikin), kelak dia akan menjadi temanku di surga.”

Maka Thalhah menjawab, “Aku wahai Rasulullah SAW.”

"Tidak, bukan engkau. Karena engkau harus berada di tempatmu," jawab Rasulullah SAW.

Maka saat itu ada seorang prajurit Anshar yang maju menghadapi pasukan musyrikin yang menghalangi Rasulullah SAW dan pasukan. Namun karena jumlah pasukan yang besar, maka pemuda itu pun syahid.

Baca Juga : Kepada Sahabat Nabi Ini, Iblis pun Harus Berbuat Baik Mengantarkan ke Masjid Tiap Hari

 

Rasulullah SAW kemudian kembali meminta sahabat lain melawan musuh tersebut. Thalhah bin Ubaidillah selalu mengajukan pertama, tapi selalu ditahan Rasulullah SAW sampai ke 11 pasukan yang tersisa telah gugur dalam pertempuran tersebut.

Singkat cerita, Rasulullah SAW saat itu hanya didampingi Thalhah bin Ubaidillah. Thalhah melindungi Rasulullah SAW tanpa takut mati. Saat itu, Rasulullah SAW selamat.

Ketika itu, Abu Bakar dan Abu Ubaidah berhasil mendekati Rasulullah SAW dan Thalhah. Lalu Rasulullah SAW memerintahkan keduanya menolong Thalhah yang saat itu diketahui ada sekitar 90 luka yang memenuhi tubuhnya.

Keduanya pun saat itu mengira Thalhah telah gugur dalam peperangan tersebut. Namun ternyata Thalhah saat itu masih hidup. Sejak saat itu, Rasulullah SAW memberi Thalhah gelar sebagai syahid yang masih hidup.

Rasulullah SAW pun bersabda, “Siapa yang ingin melihat berjalan di muka bumi setelah mengalami kematiannya, maka lihatlah Thalhah.” Lantaran peristiwa itu pula, Thalhah juga mendapat julukan sebagai elang dari Uhud.

Sejak saat itu, bila orang membicarakan tentang Perang Uhud dihadapan Abu Bakar, maka dijawabnya “Perang hari itu adalah peperangan Thalhah seluruhnya, hingga akhir hayatnya.”