Plt Bapenda Kabupaten Malang Made Arya Wedhantara saat menerangkan 3 sektor pajak yang mendominasi PAD Kabupaten Malang selama pandemi Covid-19 (Foto: Dokumen MalangTIMES)
Plt Bapenda Kabupaten Malang Made Arya Wedhantara saat menerangkan 3 sektor pajak yang mendominasi PAD Kabupaten Malang selama pandemi Covid-19 (Foto: Dokumen MalangTIMES)

MALANGTIMES - Terdapat beberapa sektor penunjang PAD (Pendapatan Asli Daerah) Kabupaten Malang, yang terpantau tidak terlalu terpengaruh dengan adanya pandemi Covid-19.

Diterangkan Plt (Pelaksana tugas) Bapenda (Badan Pendapatan Daerah) Kabupaten Malang, Made Arya Wedhantara, beberapa sektor penunjang PAD yang tidak terlalu terdampak dengan pandemi Covid-19 tersebut, salah satunya adalah sektor pajak daerah.

Baca Juga : Pandemi Covid-19, PAD Kabupaten Malang Merosot 30 Persen

”Target PAD Kabupaten Malang sudah terealisasi sekitar 76 persen, penghasilan PAD sejauh ini didominasi dari pajak daerah,” terang Made sembari mengatakan jika target 76 persen tersebut terealisasi pada pertengahan September 2020 lalu.

Sekedar diketahui, sektor pajak daerah yang dikelola oleh Bapenda Kabupaten Malang ini terbagi dalam 10 kategori. Yakni meliputi sektor pajak hotel, restoran, reklame, hiburan, penerangan jalan, mineral bukan logam dan batuan, parkiran, air bawah tanah, pajak bumi dan bangunan (PBB), serta bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB).

”Beberapa sektor pajak seperti pajak restoran, PBB dan BPHTB terpantau tidak terlalu terdampak pandemi Covid-19,” ungkap Made yang juga menjabat sebagai Kadisparbud (Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan) Kabupaten Malang ini.

Dari ketiga sektor pajak tersebut, lanjut Made, pajak BPHTB menjadi sektor pajak daerah dengan pendapatan tertinggi. ”Penyumbang pajak terbesar tetap BPHTB, tapi kalau kita lihat dari sisi pendapatan sampai dengan saat ini seperti PBB itu sudah over (melebihi target, red),” terang Made.

Seperti yang sudah diberitakan, diterangkan Made, target awal PAD Kabupaten Malang dipatok Rp 700 miliar. Namun karena terdampak Covid-19 targetnya terpaksa mengalami penyesuaian menjadi Rp 500 an miliar.

Baca Juga : Kepala Bakorwil Malang Sjaichul Ghulam Dilantik Jadi Pjs Bupati Malang

Dari target sesuai PAK (Perubahan Anggaran Keuangan) tersebut, hingga pertengahan September sudah terealisasi sekitar 76 persennya.

”Kalau melihat sisa waktu yang masih ada 3 bulan ke depan, kami tetap optimis target PAD tahun 2020 ini bisa terealisasi,” tutup Made.