Plt Bapenda Kabupaten Malang Made Arya Wedhantara saat menjelaskan potensi PAD di Kabupaten Malang (Foto : Dokumen MalangTIMES)
Plt Bapenda Kabupaten Malang Made Arya Wedhantara saat menjelaskan potensi PAD di Kabupaten Malang (Foto : Dokumen MalangTIMES)

MALANGTIMES - Pendapatan aali daerah (PAD) Kabupaten Malang sempat diprediksi bakal anjlok mencapai 50 persen dari target awal yang sudah ditentukan.

Ternyata analisis Bapenda (Badan Pendapatan Daerah) Kabupaten Malang terkait PAD yang dilakukan pertengahan September 2020 lalu berubah.

Baca Juga : 95 Persen Warga Kota Malang Sudah Ber-KTP, 35 Ribu Belum Perekaman

Plt (Pelaksana Tugas) Kepala Bapenda Kabupaten Malang Made Arya Wedhantara mengatakan, PAD Kabupaten Malang diprediksi tidak akan merosot hingga separo atau 50 persen saat pandemi covid-19. Tapi  diperkirakan hanya merosot sekitar 30 persen.

”Ternyata ketika kami lihat dari tingkat kecepatan pertumbuhan PAD ini cukup luar biasa. Targetnya turun hanya sekitar 30 persen dari yang semula sempat diprediksi bakal berkurang hingga 50 persen,” ungkap Made.

Sebagai informasi, target awal PAD Kabupaten Malang  tahun 2020 adalah sekitar Rp 700 miliar. Namun karena adanya pandemi covid-19, targetnya terpaksa mengalami penyesuaian hingga akhirnya menyusut sekitar Rp 200 miliar.

”Kemarin (target awal, red) itu Rp 700 miliar sekian. Tapi sekarang jadi Rp 500  miliar sekian. Perubahan target PAD itu sesuai hasil PAK (perubahan anggaran keuangan) yang diminta oleh dewan,” terang Made.

Menurut Made, penyesuaian target yang diminta oleh dewan tersebut telah sesuai dengan kondisi di lapangan. Artinya, meski sedang digempur pandemi covid-19,  PAD Kabupaten Malang terpantau masih bisa bertahan. 

Baca Juga : Kepala Bakorwil Malang Sjaichul Ghulam Dilantik Jadi Pjs Bupati Malang

Hal itu setidaknya dapat dilihat dengan mulai terealisasinya target penyesuaian yang dipatok mencapai Rp 500 miliar tersebut. ”Kalau melihat sisa waktu yang masih ada tiga bulan, kami optimistis bisa mencapai target (Rp 500 miliar, red) itu. Karena saat ini sudah ada beberapa sektor pajak yang targetnya sudah terealisasi 100 persen,” sambung Made.

Merosotnya target pajak yang tidak sesuai dengan perkiraan awal, yakni 50 persen dari target yang sudah ditentukan tersebut, menurut Made, juga sesuai dengan yang diprediksi oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan).

”Pengurangan PAD Kabupaten Malang yang mencapai 30 persen itu sesuai dengan prediksi daripada OJK. Bahwasannya memang untuk penghasilan PAD Kabupaten Malang diperkirakan tidak sampai merosot hingga 50 persen,“ ujar Made.