Kapolres Malang AKBP Hendri Umar saat ditemui awak media di Mapolres Malang, Kamis (24/9/2020). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes)
Kapolres Malang AKBP Hendri Umar saat ditemui awak media di Mapolres Malang, Kamis (24/9/2020). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes)

MALANGTIMES - Demi menjaga keamanan dan keselamatan Pasangan Calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Malang yang akan bertarung dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Malang 2020, Polres Malang telah menyiapkan personel untuk menjadi pengawal pribadi (walpri).

Hingga sampai saat ini, KPU (Komisi Pemilihan Umum) Kabupaten Malang telah menetapkan dua Paslon Bupati dan Wakil Bupati Malang, yakni Sanusi-Didik Gatot Subroto (SanDi) yang mendapatkan nomor urut satu dan Lathifah Shohib-Didik Budi Muljono (LaDub) yang mendapatkan nomor urut dua.

Baca Juga : KPU Kini Resmi Larang Konser Musik saat Kampanye Pilkada Serentak 2020

Satu Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) Bupati dan Wakil Bupati Malang dari jalur perseorangan yakni Heri Cahyono-Gunadi Handoko yang hingga sampai saat ini masih dalam tahap proses penyelesaian pemeriksaan kesehatan.

Kapolres Malang AKBP Hendri Umar mengatakan bahwa pihaknya saat ini telah mempersiapkan personel walpri untuk dua paslon yang telah ditetapkan oleh KPU Kabupaten Malang.

"Jadi 12 orang kan. Kita siapkan 12 orang, nanti kalau ada tambahan pasangan lain jadi 18," ungkapnya ketika dikonfirmasi awak media di luar gedung DPRD Kabupaten Malang, Kamis (24/9/2020).

Untuk teknisnya sambung Hendri, walpri akan terbagi dalam beberapa orang untuk Calon Bupati maupun Calon Wakil Bupati Malang. "Jadi nanti kalau untuk calon bupati itu ada 4 orang yang mengawal, sedangkan untuk wakil bupatinya ada 2 orang yang akan melakukan pengawalan," terang pria asal Solok, Sumatera Barat ini.

Baca Juga : Dua Hasil Swab Test Berbeda Bacabup Perseorangan, Kadinkes Beri Penjelasan

 

Sebanyak 12 personel walpri ini akan mengawal terus menerus selama tahapan proses Pilkada Kabupaten Malang. "Iya dia (personel Polres Malang, red) melekat. Sudah ajudan jadinya," ujarnya.

Lebih lanjut, 12 personel dari Polres Malang tersebut merupakan anggota-anggota pilihan yang mempunyai kemampuan dan keterampilan yang telah terlatih sebagai pengawal pada objek vital seperti kepada paslon dalam Pilkada. "Pasti ada (keterampilan khusus). Tapi bagaimana pengawalan kepada objek vital ataupun kepada pengawalan VIP itu pasti kita berikan pengawalan khusus pada mereka," pungkasnya.