Dirut Perumda Tirta Kanjuruhan Kabupaten Malang, Syamsul Hadi saat menjelaskan perencanaan SPAM baru di Sungai Lesti (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)
Dirut Perumda Tirta Kanjuruhan Kabupaten Malang, Syamsul Hadi saat menjelaskan perencanaan SPAM baru di Sungai Lesti (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)

MALANGTIMES - Diprediksi mulai tahun 2021 mendatang, perencanaan pengadaan SPAM (Sistem Penyediaan Air Minum) di Sungai Lesti dipastikan tidak akan terlalu membebani para pelanggan. Pasalnya, Pemkab (Pemerintah Kabupaten) Malang sudah melakukan kajian khusus, agar para pelanggan hanya melakukan pembayaran sesuai dengan kemampuan rata-rata pendapatan masyarakat di Malang Selatan.

”Kami sudah melakukan kajian ekonomi untuk mengetahui kemampuan masyarakat. Memang di Permendagri (Peraturan Menteri Dalam Negeri) menyatakan bahwa batasan pembayaran air itu tidak boleh melebihi 4 persen dari UMK (Upah Minimum Kota/Kabupaten). Tapi kami tidak pakai acuan itu, tapi pakai pendapatan rata-rata masyarakat di Malang Selatan,” terang Dirut Perumda Tirta Kanjuruhan Kabupaten Malang, Syamsul Hadi, Kamis (17/9/2020).

Baca Juga : Launching KAKIKU BARU, Sinergi Dispendukcapil dengan Kemenag Kabupaten Malang

Syamsul melanjutkan, dari hasil kajian dan evaluasi yang dilakukan oleh Perumda Tirta Kanjuruhan yang melibatkan lembaga survei dan konsultan, diketahui jika pendapatan rata-rata masyarakat di Malang Selatan yang bakal menikmati SPAM Sungai Lesti tersebut memang tergolong relatif. Yakni, ada yang tinggi hingga melebihi UMK, dan ada juga yang kecil alias terpaut jauh dari UMK.

”Pendapatan rata-rata masyarakat Malang Selatan dari hasil survei dan kajian itu Rp 1,6 juta setiap bulannya,” terang Syamsul saat ditemui usai menghadiri agenda sosialisasi pembangunan SPAM di kantor Balai Desa Rejoyoso.

Dari rata-rata pendapatan itulah, lanjutnya , yang bakal dijadikan patokan untuk menarik tarif bagi pelanggan SPAM yang berlokasi di Desa Rejoyoso, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang tersebut. 

”Dengan Rp 1,6 juta itu kalau merujuk pada ketentuan 4 persen dari pendapatan rata-rata, maka masih ada nilai dikisaran Rp 54 ribu per bulan,” pungkasnya.

Sekedar diketahui, perencanaan pembangunan SPAM di Kecamatan Bantur tersebut, dilakukan untuk menyelesaikan permasalahan kekeringan yang marak terjadi di wilayah Malang. Terutama di daerah Malang Selatan yang meliputi Kecamatan Bantur, Pagak, Donomulyo, Sumbermanjing Wetan, Gedangan, dan Kalipare.

Baca Juga : Lewat Video Conference, 3 Raperda Ini Disahkan di Ruang Terpisah

 

Jika sesuai perencanaan, pembangunan SPAM yang dilaksanakan pada tahun 2021 diprediksi bakal rampung pada 2023 mendatang. Sedangkan anggaran yang dialokasikan untuk membangun SPAM tersebut mencapai Rp 500 miliar bersumber dari Pemda (Pemerintah Daerah) Kabupaten Malang, Pemprov (Pemerintah Provinsi) Jawa Timur, dan pemerintah pusat.