Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, Ida Ayu Made Wahyuni (dokumentasi MalangTIMES).
Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, Ida Ayu Made Wahyuni (dokumentasi MalangTIMES).

MALANGTIMES - Wisata di Kota Malang kembali menunjukkan tren positif. Meski tak bergeliat seperti sebelumnya, aktivitas perhotelan dan destinasi wisata menunjukkan kondisi yang berangsur pulih.

Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, Ida Ayu Made Wahyuni menyampaikan, tren positif itu salah satunya dapat dilihat dari okupansi perhotelan di Kota Malang. Saat ini, sebagian besar menunjukkan jika okupansi sudah menyentuh angka 50 persen lebih. "Meski masih banyak juga yang sama sekali atau sedikit terisi," katanya, Kamis (17/9/2020).

Baca Juga : Menikmati Senja dan Kopi di Yogyakarta, Ini 5 Alternatif Kafe Buat Wisatawan

Perempuan yang akrab disapa Dayu itu menjelaskan, keterisian hotel saat ini memang bukan pada kamar. Melainkan aktivitas kelembagaan ataupun kegiatan lain yang memanfaatkan ruangan rapat ataupun ballroom hotel.

Hal itu memang sebagaimana upaya Pemerintah dalam memulihkan perekonomian. Sehingga pemerintah kembali mendorong aktivitas dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Kebanyakan tamu hotel di Kota Malang berasal dari berbagai wilayah di Jawa Timur. "Tapi Sulawesi juga sudah melakukan kegiatan di Kota Malang, tergantung daerah masing-masing," imbuhnya.

Sementara untuk destinasi wisata, perempuan berambut pendek itu menyampaikan jika belum banyak destinasi wisata di Kota Pendidikan ini yang dibuka. Para pelaku usaha, terutama pokdarwis memiliki banyak pertimbangan.

Salah satunya berkaitan dengan kesiapan masing-masing kampung wisata untuk penerapan protokol kesehatan. Para pelaku wisata memiliki banyak pertimbangan untuk keamanan dari setiap warga perkampungan. "Selain itu, wisatawan saat ini masih enggan untuk mengunjungi destinasi wisata. Karena alasan kehati-hatian juga," imbuhnya.

Baca Juga : Konsentrasi Wisata Alam, Disparbud Kabupaten Malang Benahi Infrastruktur Menuju Gunung Bromo

Dayu menyampaikan jika kampung wisata yang telah dibuka belum dikunjungi banyak wisatawan seperti sebelum pandemi. Rata-rata pengunjung masih berasal dari kalangan warga di dalam kota saja. "Belum banyak yang datang dan berwisata ke kampung-kampung tematik saat ini," terangnya.

Perempuan asal Pulau Dewata itu juga menegaskan jika fokus utama Pemkot Malang saat ini adalah mempersiapkan seluruh destinasi dengan protokol kesehatan yang ada. Sehingga, ketika wisatawan telah siap melakukan perjalanan, Kota Malang juga siap dengan segala persiapan. "Dan yang paling penting, yang datang ke Malang harus dilengkapi dengan surat keterangan sehat," tutup Dayu.