Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang, Made Arya Wedanthara saat ditemui di sela-sela kegiatan di Taman Wisata Air Wendit. (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes)
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang, Made Arya Wedanthara saat ditemui di sela-sela kegiatan di Taman Wisata Air Wendit. (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes)

MALANGTIMES - Akses menuju destinasi wisata alam terus menjadi perhatian Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Pemerintah Kabupaten Malang. Salah satunya akses menuju wisata Gunung Bromo. Karena salah satu akses menuju ke Gunung Bromo adalah dari Kabupaten Malang. 

Karena itu, Kepala Disparbud Pemkab Malang, Made Arya Wedanthara mengungkapkan akan segera mengajukan pembenahan terhadap infrastruktur menuju Gunung Bromo. "Akses menuju kawasan wisata tersebut akan terus dipermak. Termasuk usulan Pemkab Malang, membuat pintu gerbang dan Rest Area menuju Gunung Bromo di Kecamatan Pakis," ungkapnya ketika dikonfirmasi pewarta.

Baca Juga : Wisata Bromo Tambah Kuota Pengunjung Jadi 1.265 Per Hari, Khusus Usia 10-60 Tahun

 

Hal itu bertujuan untuk mengembangkan destinasi wisata Gunung Bromo serta memberikan akses yang lebih mudah dan nyaman melalui Kabupaten Malang. Terlebih lagi, terdapat Bandara Abdul Rahman Saleh yang ke depan akan sangat menunjang wisatawan luar kota maupun mancanegara menuju Gunung Bromo.

Pembenahan infrastruktur yang dapat menunjang akses menuju Gunung Bromo melalui Kabupaten Malang pun sudah mulai realisasi, seperti pelebaran jalan. "Terbaru pelebaran jalan di Poncokusumo. Harapannya percepatan infrastruktur di Bromo tetap dilakukan," ujarnya.

Selain itu, Made pun sudah mulai mensosialisasikan kepada jajaran Stakeholder di lingkup Pemkab Malang serta kepada masyarakat luas agar gencar membantu mempromosikan destinasi wisata yang ada di Kabupaten Malang, salah satunya Gunung Bromo.

Karena menurut Made, promosi salah satu hal terpenting dalam mengembangkan sebuah destinasi wisata yang nanti jelas dapat meningkatkan jumlah PAD (Penadapatan Asli Daerah).

Beberapa gagasan tersebut, ke depan akan segera dimatangkan melalui penggodokan dan pembuatan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Rencana Induk Kepariwisataan Kabupaten Malang (RIPPARKAB) peiode 2020 hingga 2025.

Baca Juga : Gaet Pengunjung di Wisata Hutan Cemara, Ini Upaya Mahasiswa Unikama

 

Sebagai informasi bahwa untuk menuju destinasi Gunung Bromo untuk saat ini dan ke depan wajib menerapkan protokol kesehatan guna mencegah persebaran Covid-19 di tempat destinasi wisata.

Serta mulai besok hari Senin (14/9/2020) destinasi Gunung Bromo telah resmi dibuka dengan menerapkan protokol kesehatan dan pembatasan jumlah pengunjung yang hanya diberikan kuota 40 persen dari total pengunjung normal atau setara dengan 1.265 orang pengunjung.

Jumlah 1.265 orang pengunjung itupun berbatas umur yakni yang diperbolehkan untuk memasuki wilayah destinasi Gunung Bromo, harus di atas umur 10 tahun dan di bawah umur 60 tahun. Sedangkan untuk sistem pembelian tiketnya sendiri, pihak pengelola menerapkan sistem Online atau pembelian tiket harus melalui Booking terlebih dahulu.