Bupati Malang HM Sanusi (kiri) beserta Dirut Perumda Tirta Kanjuruhan Kabupaten Malang, Syamsul Hadi saat meninjau lokasi perencanaan SPAM baru di Sungai Lesti (Foto: Ashaq Lupito / MalangTIMES)
Bupati Malang HM Sanusi (kiri) beserta Dirut Perumda Tirta Kanjuruhan Kabupaten Malang, Syamsul Hadi saat meninjau lokasi perencanaan SPAM baru di Sungai Lesti (Foto: Ashaq Lupito / MalangTIMES)

MALANGTIMES - Masalah kekeringan di Kabupaten Malang khususnya yang dialami oleh para warga yang tinggal di wilayah Malang Selatan, bakal segera teratasi. Hal ini menyusul adanya perencanaan pembangunan SPAM (Sitem Penyediaan Air Minum) yang masif dilakukan oleh Pemda (Pemerintah Daerah).

Terbaru, Pemkab (Pemerintah Kabupaten) Malang bakal segera membangun SPAM yang berlokasi di Desa Rejoyoso, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang.

Baca Juga : 6 Bulan Bansos Tak Turun, Puluhan Warga Laporkan Pemkot Surabaya ke KPK, Ini Kata Inspektorat

”Dengan adanya perencanaan pembangunan SPAM ini, dipastikam dapat mengantisipasi kekeringan yang marak terjadi di Malang Selatan,” ungkap Bupati Malang, HM Sanusi ketika memberikan sambutannya saat menghadiri agenda sosialisasi pembangunan SPAM di kantor Balai Desa Rejoyoso, Kamis (17/9/2020).

Ditemui di saat bersamaan, Dirut Perumda Tirta Kanjuruhan Kabupaten Malang, Syamsul Hadi, menjelaskan jika 6 kecamatan yang dimaksud oleh Bupati Malang itu meliputi Kecamatan Bantur, Pagak, Donomulyo, Sumbermanjing Wetan, Gedangan, dan Kalipare.

”Kami sudah melakukan survei RDS (Real Demmand Survey) hasilnya kurang lebih ada 50 ribu peminat untuk menjadi pelanggan Perumda Tirta Kanjuruhan,” ungkap Syamsul.

Guna memenuhi kebutuhan calon pelangan baru SPAM di Sungai Lesti tersebut, Perumda Tirta Kanjuruhan mengaku sudah mempersiapkan pengambilan 500 liter air per detik.

”Hasil koordinasi dengan PJT (Perum Jasa Tirta) dan balai besar wilayah sungai brantas yang memiliki kewenangan di Sungai Lesti, kami telah mendapatkan rekomendasi untuk mengambil air hingga seribu liter per detik. Tapi karena kebutuhan perencanaan sementara 500, jadi rencananya hanya kami ambil 500 liter per detik dulu,” ungkapnya.

Dengan rekomendasi yang telah diperoleh tersebut, Perumda Tirta Kanjuruhan memastikan tidak akan berdampak pada sektor lingkungan. Sebab, rekomendasi yang sesuai dengan perencanaan Perumda Tirta Kanjuruhan tersebut, terpaut jauh dengan kapasitas debit air di Sungai Lesti.

”Sungai Lesti ini sudah dihitung kapasitasnya, kalau musim kemarau seperti ini ada 22 ribu liter per detik. Sedangkan kalau musim penghujan bisa sampai 30 ribu. Jadi bisa memenuhi kebutuhan tanpa harus merusak alam,” jelasnya.

Baca Juga : Rencana Pembangunan Rest Area di Terminal Madyopuro Batal

Sebagai informasi, perencanana pembangunan SPAM ini bakal dimulai pada tahun 2021 hingga 2 tahun mendatang. Artinya, pada tahun 2023 targetnya SPAM di Sungai Lesti tersebut sudah bisa difungsikan, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat khususnya di Malang Selatan.

”Dari 33 Kecamatan di Kabupaten Malang, tinggal wilayah Malang Selatan ini yang belum terjangkau oleh PDAM (Perumda Tirta Kanjuruhan). Sehingga dengan adanya SPAM ini, saya rasa permasalahan kekeringan di Kabupaten Malang bisa teratasi semua,” ujarnya.

Bergeser ke sisi pembiayaan , lanjut Syamsul, pemerintah bakal mengalokasikan anggaran hingga Rp 500 miliar. Anggaran yang mencapai ratusan miliar tersebut, bersumber dari Pemda Kabupaten Malang, Pemprov (Pemerintah Provinsi) Jawa Timur, dan Pemerintah Pusat.

”Rinciannya 30 persen dari Pemda (Kabupaten Malang), sedangkan yang 70 persen sisanya antara (pemerintah, red) pusat dan Pemprov,” pungkasnya.