Malangtimes

Rektor UIN Malang Kenang Malik Fadjar: Beliau Sangat Peduli terhadap Anak Muda

Sep 08, 2020 20:35
Potret Almarhum Malik Fadjar saat bersilaturahmi ke UIN Malang. (dari kiri) Rektor UIN Malang Prof Dr Abdul Haris MAg dan Prof Dr (HC) Drs H Abdul Malik Fadjar MSc. (Foto: Doc. UIN Malang)
Potret Almarhum Malik Fadjar saat bersilaturahmi ke UIN Malang. (dari kiri) Rektor UIN Malang Prof Dr Abdul Haris MAg dan Prof Dr (HC) Drs H Abdul Malik Fadjar MSc. (Foto: Doc. UIN Malang)

MALANGTIMES - Kepergian tokoh Muhammadiyah Prof Dr (HC) Drs H Abdul Malik Fadjar MSc juga menyisakan duka mendalam bagi Rektor Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang Prof Dr Abdul Haris MAg. 

Pasalnya, selama kuliah di Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sunan Ampel Malang, yang kini menjadi UIN Malang, Prof Haris merupakan salah satu mahasiswa dari Prof Malik Fadjar. Ya, Malik Fadjar sempat mengajar di Fakultas Tarbiyah IAIN Malang pada tahun 1972.

Baca Juga : 67 Juta Anak di Afrika Timur dan Kawasan Lain Tak Punya Akses Pendidikan Virtual

Saat Pelantikan Dewan Eksekutif Mahasiswa Universitas (Dema-U) UIN Malang (Selasa, 8/9/2020), Prof Haris mengenang masa-masa dirinya menjadi salah satu murid Malik Fadjar. Ia mengungkapkan bahwa Malik merupakan sosok yang sangat peduli kepada anak muda.

"Beliau adalah salah satu dosen waktu saya belajar di sini. Meskipun pola pemahaman keagamaan mungkin agak berbeda sedikit, tetapi beliau amat sangat peduli terhadap anak-anak muda," ucapnya.

Ia menyampaikan, dirinya berkali-kali diajak diskusi oleh mantan rektor Universitas Muhammadiyah Malang tersebut (UMM). Baik di tempat Almarhum bekerja maupun di tempat-tempat lain yang memungkinkan dia bisa menyerap aspirasi dan memberi pelajaran kepada Prof Haris.

Prof Haris mengaku sangat beruntung bisa mengenal baik Almarhum dan kerap berdiskusi dengannya. Bahkan, Prof Haris juga kerap terlibat perdebatan dengan Almarhum.

"Terus terang saja saya waktu itu ambil organisasi ekstra PMII, Beliau bukan, tetapi saya bisa dialog dengan baik dengan dia. Kami selalu berdiskusi dan saya berani membantah, tetapi dengan logika-logika yang saya punya waktu itu dan dia menerima itu," kisahnya.

Baca Juga : Perguruan Tinggi dan SMK Semua Zona Boleh Masuk, asal Hanya pada Pembelajaran Praktik

Dikatakan, Prof Malik waktu itu memiliki harapan yang besar kepada Prof Haris. Keduanya terakhir berkomunikasi setahun yang lalu di kampus UIN Malang. Kepada para mahasiswa, Prof Haris pun berharap, para ketua DEMA maupun SEMA (Senat Mahasiswa) UIN Malang belajar dari kesuksesan Prof Malik.

Seperti yang diketahui, semasa hidup, Prof Malik Fadjar pernah menduduki sejumlah jabatan, yakni Menteri Pendidikan Nasional Kabinet Gotong Royong (2001-2004), Menteri Agama Kabinet Reformasi Pembangunan (1998-1999), Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (1983-2000), dan Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Republik Indonesia periode (2014-2019). "Maka jadikan DEMA SEMA ini menjadi candradimuka, menjadi 1 pola kegiatan anda untuk mengkader diri sendiri," pungkasnya.

Sebagai informasi, Prof Malik Fadjar berpulang di usia 81 tahun. Ia mengembuskan nafas terakhirnya pada pukul 19.00 WIB di Rumah Sakit Mayapada, Kuningan, Jakarta Selatan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru