Warung Lamongan RRI Malang (Hendra Saputra)
Warung Lamongan RRI Malang (Hendra Saputra)

MALANGTIMES - Sensasi lalapan yang menggugah selera sangat digemari banyak kalangan. Kuliner lalapan dan seafood yang identik dengan sambal gurih dan pedas dapat dijumpai di daerah Jalan Candi Panggung atau dekat dengan kantor Radio RRI Malang.

Tentunya, bagi warga Kota Malang ataupun mahasiswa yang kuliah di Kota Malang,  tidak asing lagi dengan Warung Lamongan RRI Lalapan dan Seafood. Ya warung yang terletak di Jalan Candi Panggung itu memang cukup dikenal karena ciri khas lalapan dan seafood juga sambal yang membuat mata terbelalak.

Warung tersebut buka mulai tahun 2008, di mana wilayah tersebut masih belum padat seperti sekarang. Sang pemilik Warung Lamongan RRI Lalapan dan Seafood, Mumaddin bahkan menyebut saat awal buka dulu di depan warungnya tersebut bisa dibuat untuk bermain bola.

Baca Juga : Kangen Suasana Pantai di Masa Pandemi? Coba Sajian Khas Pantai Ini di Jombang

 

"Dulu itu sepi banget daerah sini, masih banyak sawah. Dan di depan itu bisa kalau dibuat main bola. Beda sama sekarang yang sudah banyak bangunan dan jalannya juga ramai," kata Madin, sapaan akrab Mumaddin.

Mumaddin juga menceritakan, awalnya ia terpikir untuk membuka usaha kuliner mulai dari ikut kakaknya yang lebih dulu di Malang pada tahun 2000-an. Tapi kemudian hari kakaknya menikah, Madin memilih untuk membuka warung sendiri. 

"Awal datang ke Malang tahun 2000. Itu usaha keluarga dan yang buka saudara tua dulu. Kemudian kakak menikah dan saya buka sendiri sampai sekarang," kata Madin.

Awalnya, warung Madin hanyalah sebuah tenda dan luasnya hanya 4x5 meter, tapi karena ketelatenannya mengolah warung tersebut, kini ukuran warungnya mencapai 8x10 meter. "Dulu masih tenda permanen dan semuanya dikerjakan sendiri. Saya masih ingat itu menu pertama ayam goreng, pecel lele, tempe tahu terong, bebek dan burung dara," ingat Madin.

Namun karena pelanggannya yang mulai merasakan keenakan dari masakan tersebut, ada salah satu pelanggan yang menanyakan apa tidak ada menu seafood pada jualannya. Akhirnya Madin memutuskan untuk menambah menu makanan seafood dan masakan yang diolah dengan dibakar. "Nambah menu itu tahun 2010/2011-an. Ya Alhamdulillah menu tersebut membuat tambah terkenal," imbuhnya.

Dulunya, Madin mengaku nama warungnya hanya Warung Lamongan. Akan tetapi justru terkenal dengan nama Warung Lamongan RRI. "Ya mungkin orang tahunya karena sini daerah yang dekat RRI jadi mudah untuk mengingat," ucapnya seraya tersenyum.

Baca Juga : Unik, Opak yang Digoreng dengan Pasir Ini di Tulungagung Punya Banyak Nama

 

Warung Lamongan RRI Lalapan dan Seafood milik Mumaddin tak hanya dikenal masyarakat atau mahasiswa Kota Malang, tapi warga asing yakni dari Belanda yang setiap ke Malang selalu mampir dan tak jarang juga mengajak makan temannya.

"Setiap tahun sebelum ada covid dulu selalu ada pelanggan orang Indonesia yang menetap di Belanda. Kalau enggak makan di sini enggak enak katanya. Dulu itu kalau tidak salah enam bulan sekali pasti datang. Dan orangnya suka nila bakar dan masakan yang bakaran juga," ungkap Madin.

Kini, warung milik Madin memiliki 10 karyawan dan siap melayani reservasi tempat ataupun layanan antar. Karena menurut Madin, di masa pandemi juga banyak orang yang kerap pesan dari rumah, sehingga ia juga memilih menggunakan cara untuk tetap melayani pelanggan. 

"Untuk yang kami antar sendiri itu maksimal jaraknya 4,5 kilometer. Di luar itu saya sudah daftar kan warung di aplikasi ojek online," tutupnya.