Joko Fattah Rachim saat mengolah ikan laut dengan cara diasap. (Foto : Adi Rosul / JombangTIMES)
Joko Fattah Rachim saat mengolah ikan laut dengan cara diasap. (Foto : Adi Rosul / JombangTIMES)

MALANGTIMES - Di masa pandemi covid-19 ini, menunda berlibur adalah solusi yang tepat. Termasuk bermain di pantai yang biasa dilakukan banyak orang ketika hari libur tiba. 

Namun jangan khawatir, masakan khas pantai di Jombang ini bisa sedikit mengobati rasa kangen suasana pantai.

Baca Juga : Unik, Opak yang Digoreng dengan Pasir Ini di Tulungagung Punya Banyak Nama

Berada di tengah kota santri, Jalan Kapten Piere Tendean, Desa Pulo Lor, Kecamatan Jombang, terdapat warung makan yang menyajikan makanan dari olahan ikan laut. Berbagai jenis ikan laut seperti tongkol, cumi-cumi, hingga kepiting ditawarkan oleh warung bernama Gubuk Iwak Segoro itu.

Seperti layaknya kuliner khas pantai, warung makanan milik Joko Fattah Rachim (55) ini dimasak ala-ala hidangan pantai. Ikan laut segar yang didatangkan dari Sidoarjo dan Madura itu, ia olah dengan cara diasap di atas tungku. Untuk menjaga kualitas tekstur daging ikan, Fattah memanfaatkan bara api dari batok kelapa dan tongkol jagung.

Untuk melengkapi ikan asapnya, Fattah menyajikannya dengan berbagai jenis sambal. Mulai dari sambal terasi, sambal kecap hingga sambal matah, yang khas dengan bawang merah.

"Gubuk Iwak Segoro ini spesialnya ikan asap. Kita juga menawarkan olahan lain seperti cumi-cumi tepung, cumi-cumi asam manis dan cumi-cumi lada hitam," ujarnya kepada wartawan, Rabu (2/8) pagi.

Masakan ikan asap ini dipilih Fattah, karena di Jombang belum ada rumah makan yang menyediakan masakan ikan asap. Olahan ikan asap ini sekaligus disajikan bagi para pecinta kuliner khas pantai.

Untuk itu, di warungnya tersebut juga dipenuhi dengan ornamen-ornamen yang menggambarkan suasana pantai. Ia menginginkan, masakannya itu bisa sedikit mengobati kerinduan pelanggannya terhadap suasana pantai. Terlebih lagi masa pandemi Covid-19 ini, memaksa orang untuk tidak berlibur ke pantai.

"Jadi orang tidak usah jauh-jauh ke pantai, di sini kita sajikan menu-menu khas pantai. Terutama menu ikan asap dan ikan bakar itu. Terlebih pandemi ini kan terlalu lama, orang-orang tidak bisa berlibur ke pantai, kuliner ini bisa jadi solusi," tandasnya.

Fattah mengaku, olahan ikan asapnya ini banyak diburu oleh warga Jombang. Pelanggannya yang datang biasanya rombongan keluarga, juga kelompok muda-mudi. 

"Banyak pelanggan yang ke sini. Ini tiga hari sudah habis 20 kilogram. Kita memang tidak ambil stok banyak, untuk menjaga kesegaran ikan," kata Fattah.

Soal harga jangan khawatir, pastinya tidak akan menguras isi kantong. Ikan asap di Gubuk Iwak Segoro ini hanya dibanderol Rp 20-50 ribu, bergantung ukuran ikan. 

Baca Juga : Varian Es Krim Terbaru Rasa Indomie Lengkap dengan Taburan Bawang Goreng, Minat Beli?

"Kita tidak menjual sistem timbangan. Jadi kalau ikan besar kita hargai Rp 50 ribu, yang sedang Rp 30 ribu, yang kecil Rp 20 ribu," ungkapnya.

Kuliner ikan asap khas pantai ini rupanya banyak diburu warga di kota santri. Orang yang datang untuk menikmati ikan asap di Gubuk Iwak Segoro ini, kebanyakan mengaku untuk obat kangen akan suasana pantai.

Seperti yang dirasakan oleh Khusnul Khatimah (37), warga Kecamatan Peterongan, Jombang. Ia datang bersama lima teman-temannya ke warung milik Fattah, khusus untuk menikmati kuliner khas pantai tersebut.

"Ini kan ada pandemi, jadi belum bisa liburan ke pantai. Nah di sini ada makanan ikan asap seperti biasanya di pantai, jadi nyobain makan di sini. Ikannya enak, mantul (mantap betul)," ucapnya.

Senada dengan Khusnul, Ernawati (38), juga mengaku menikmati olahan ikan asap di Gubuk Iwak Segoro. Selain menikmati masakan ikan asap, warga Kecamatan Peterongan itu, juga merasa kenyamanan dengan suasana pantai yang diciptakan di warung tersebut.

"Di sini enak, nyaman, seperti di pantai. Masakannya ikan laut semua, jadi bisa mengobati rasa kangen masakan pantai," pungkasnya.(*)